Cara dan Trik untuk Menjadi Manusia Pilihan

Apa itu manusia pilihan? Manusia pilihan identik dengan seseorang yang memiliki kedudukan tinggi, kedudukan mulya atau derajat yang tinggi di mata orang lain dan dimata DIA. Menjadi manusia pilihan pada dasarnya adalah impian semua orang, cita-cita semua orang, tapi tidak semua orang bisa menjadi seperti itu, oleh karena itu manusia pilihan hanya akan dicapai mereka yang memiliki akhlak-akhlak mendekati sempurna, ya akhlak yang mendekati sempurna, saya tidak menyebutkan akhlak sempurna tapi mendekati sempurna. kenapa? Di dunia zaman sekarang sepertinya sangat jarang atau bahkan tidak ada yang memiliki akhlak yang benar-benar sempurna. sebagai seorang manusia tentu tidak akan terlepas dari khilaf dan salah, oleh sebab itu manusia tidak ada yang sempurna. namun, yang mendekati sempurna banyak. 

Untuk menjadi orang atau Manusia pilihan membutuhkan langkah-langkah atau tatacara tertentu, langkah-langkah tersebut banyak sekali dikupas oleh para ulama ahli tasawuf. Mereka selalu memperbincangkan masalah fungsi ruhani, jasmani dan lain sebagainya. Selain itu ada juga bentuk usaha yang bisa dilakukan untuk menjadi Manusia pilihan di antarannya adalah seperti yang di paparkan oleh seorang sufi yang punya nama Abul Fadhil Ibn Ath-Thaillah Assakandari dalam sebuah kitabnya yang diberi nama “Al-Hikam”, beliau berkata

اخْرُجْ مِنْ أوْصافِ بَشَرِيَّتِكَ عَنْ كُلِّ وَصْفٍ مُناقِضٍ لِعُبوديَّتِكَ لِتَكونَ لِنِداءِ الحَقِّ مُجيباً، ومِنْ حَضْرَتِهِ قَريباً.

Keluarlah dari sifat-sifat kemanusiaanmu, setiap sifat yang menyalahi ubudiyah-mu (penghambaan), supaya mudah bagimu menyambut panggilan Al-Haq (Allah) dan mendekat kehadirat-Nya.

Dalam hikmah ini, Ibn Athaillah memberikan trik agar cepat sampai kepada-Nya kita sebagai salik (orang yang berjalan menuju Allah) dianjurkan agar keluar dari sifat-sifat kemanusiaan, karena dengan sifat seperti itu banyak orang yang tersendat perjalanannya, sifat menusia banyak yang memperhambat atau bahkan menghalangi perjalanan seseorang kepada sang khalik. Ungkapan beliau di atas bukanlah hanya sekedar teori belaka, atau hanya omong kosong yang tak berbuah, tapi itu adalah murni dari pengalaman pribadinya, pengalaman spiritualnya yang luar biasa. 

Ketika jiwa telah bersih dari sifat-sifat kemanusiaan yang mengotorinya, seperti sifat yang tercela seseorang akan lebih cepat dan lebih mudah untuk menyambut panggilan Allah, dia akan merasa rindu ingin selamanya bersama sang kekasihnya, ingin selalu berhadapan dengan-Nya, sehingga disetiap hembusan nafasnya tidak ada satupun nafas yang keluar tanpa disertai dengan nilai Dzikir yang tinggi, dan tidak ada satupun tempat yang ia tempati kecuali tempat itu pernah menjadi saksi terhadap Dzikirnya. Memang sepatutnya manusia seperti itu dan seharusnya begitu, sebab seorang manusia adalah hamba yang diwajibkan untuk terus mengingat-Nya disetiap waktu dan kejadian.

Manusia pilihan juga akan dicapai oleh orang-orang yang selalu bersama orang yang telah terpilih, seseorang yang biasa-biasa akan menjadi luar bias ketika ia senantiasa bersama orang-orang yang luar biasa. Seperti ummat di akhir zaman ini, yaitu kita semua sebagai ummat yang memiliki panutan tertinggi, rasul termulya, rasul yang menjadi rajanya rasul, nabi yang menjadi pemimpinnya para nabi, bahkan yang menjadi pemimpin bagi segenap alam dan yang menjadi rahmat bagi seluruh alam, yaitu Sayidina Muhammad Rasulullah. Sepertinya kita harus merapat untuk mempererad diri kepada-Nya melalui beliau, bertawasul kepadanya agar cepat sampai kepada-Nya. 

Marilah kita bershalawat kepada bagida Nabi tercinta,, 


يَا رَبِّ بِالْمُصْطَفَى بَلِّغْ مَقَاصِدَنَا *** وَاغْفِرْ لَنَا مَا مَضَى يَا وَاسِعَ اْلكَرَمِ
هُوَ الْحَبِيْبُ الَّذِى تُرْجَى شَفَاعَتْهُ **** لِكُلِّ هَوْلٍ مِنَ الْاَهْوَالِ مُقْتَحِمِ
مَوْلاَىَ صَلِّ وَسَلِّمْ دَائِمًا اَبَدًا *** عَلَى حَبِيْبِكَ خَيْرَ الْخَلْقِ كُلِّهِمِ
Tuhanku Dengan pelantara Al-Musthafa (orang yang terpilih) Sampaikanlah maksud kami semua, dan ampunilah segala dosa-dosa yang dulu, Wahai Dzat Yang Maha Mulia. Dialah (Al-Musthofa) sang kekasih yang diharapkan syafa’atnya dalam setiap kegelisahan yang memuncak. Wahai tuhanku, anugrahi kedamaian dan keselamatan selama-lamanya pada sang kekasih-Mu (Muhammad al-Musthofa) makhluk yang terbaik dari semuanya.

No comments:

Post a Comment

Berikanlah komentar terhadap postingan ini tentang keritik atau saran. karena dengan itu kami berharap dapat memperbaiki postingan yang selanjutnya. oleh karena itu komentar anda akan sangat berarti bagi kami. Akhir kata semoga postingan ini bermanfaat bagi anda khususnya, dan umumnya bagi semua orang.

Mohon maaf dari segala kesalahan dan kekurangan yang terdapat dalam penulisan ini, karena admin adalah seseorang yang masih jauh dari hakikat kebenaran yang sebenarnya.

Kalam Tuan syaikh Abdul Qodir Bagian Awal Tentang I'tirod

 قال سيدنا الشيخ محي الدين ابو محمد عبد القدير رضي الله عنه بكرة يوم الأحد بالرباط ثالث الشوال سنة خمس وأربعين وخمسمائة،  Sayidina syaikh ab...