Namamu TAkkan Lenyap Bersama Lenyapnya Sang Rembulan

mana mungkin aku mampu menghapus namamu di hatiku
tak mungkin itu terjadi, karena aku tak punya penghapus untuk menghapus
lebih baik kubiarkan saja namamu tetap terpampang dalam sanubari
siapa tahu diakhir nanti nama itu jadi perhiasan yang abadi

kubiarkan saja namamu jadi seliran hati
sejuk rasanya ketika hati terselimuti mutiara namamu
aku senang, jika namamu menjadi sebuah cerminan
setiap hari dapat bercermin, mengukur diri dalam kesendirian

gejolak rasa di jiwa selalu terbiasa disetiap masa
aneka cinta tertanam hingga berkembang dan berbuahkan asmara
namun terkadang namamu berubah menjadi pelangi,
menghiasai di setiap sudutnya, menciptakan warna ketika ia hambar dan polos.
percayalah, namamu takkan lenyap bersama lenyapnya sang rembulan
karena ia adalah sumber cahaya yang selalu menyinari malam-malam yang sunyi
namamu akan tetap abadi, seumpama sang surya menyinari bumi
san seumpama bintang-bintang menyinari sang malam

No comments:

Post a Comment

Berikanlah komentar terhadap postingan ini tentang keritik atau saran. karena dengan itu kami berharap dapat memperbaiki postingan yang selanjutnya. oleh karena itu komentar anda akan sangat berarti bagi kami. Akhir kata semoga postingan ini bermanfaat bagi anda khususnya, dan umumnya bagi semua orang.

Mohon maaf dari segala kesalahan dan kekurangan yang terdapat dalam penulisan ini, karena admin adalah seseorang yang masih jauh dari hakikat kebenaran yang sebenarnya.

Kalam Tuan syaikh Abdul Qodir Bagian Awal Tentang I'tirod

 قال سيدنا الشيخ محي الدين ابو محمد عبد القدير رضي الله عنه بكرة يوم الأحد بالرباط ثالث الشوال سنة خمس وأربعين وخمسمائة،  Sayidina syaikh ab...