Puisi Keraton


Reruntuhan keraton mentertawakan mukaku yang kaku
Disaat nafas berjamah menjadi debu panas tak satupun yang kering hanyalah muka yang lyau
Meski wajah yang kusut nan kering terpanggang matahari siang
ruhku tetap riang

patung-patung keraton tertawa melihatku kusam
namun gedung-gedung indahnya menatapku penuh iba
ia tersenyum dengan penuh cinta
biarlah senyuman itu yang menjadi saksi bisu indahnya keraton itu.

Kalam Tuan syaikh Abdul Qodir Bagian Awal Tentang I'tirod

 قال سيدنا الشيخ محي الدين ابو محمد عبد القدير رضي الله عنه بكرة يوم الأحد بالرباط ثالث الشوال سنة خمس وأربعين وخمسمائة،  Sayidina syaikh ab...