Pelangi Keindahan

inginku kau genggam selalu dalam usahamu
kau peluk impianku dengan keringat dan do'a mu
hanya untaian terimakasih yang selalu terucap tanpa kata
engkau bagai embun yang selalu menyejukan pagi
engkau bagaikan pelangi yang selalu memberi warna keindahan dalam hidupku

saat aku lelah kau belai aku dengan kasih sayangmu
saat aku cape kau peluk aku dengan hangatnya cintamu
saat jiwaku mati kau hidupkan dengan utusan do'a malammu dari kejauhan
saat langkahku terhenti, kau ciptakan jalan yang lebih mudah untuk kudaki

terimakasih ayahandaku, kau selalu bersatu dalam langkahku
terimakasih ibundaku, kasih dan sayangmu selalu kujadikan sayap dalam hidupku
terimakasih guruku, kau adalah pelita yang selalu menyinari langkah dan arah tujuan
terimakasih sahabatku, kau adalah ruh bagi jiwaku

Jawa Dalam Pellukan Kesendirian

inginku kali ini bersatu bersama angin sore yang syahdu
terpancar bersama sangjingga yang terpancar di ufuk sana
bersatu bersama jiwa dalam pelukan kesendirian
aku hanya terdiam menyaksikan impian selalu bersemayam dalam angan

kali ini mungkin ia keluar sebentar, hanya untuk mencari angin segar
biarkan sajalah, biarkan saja ia terjamah awan-awan sore ini
bersatu bersama gerimis yang mulai sinis
tak perduli dengan apa yang akan terjadi

walau inginku melayang bersama awan
namun jiwa tetap setia menemani raga
menyaksikan gerak-grik warna dunia
aaaahhh katanya, sembari melepaskan segenap rasa
ploooooong,,, ploooong

Namamu TAkkan Lenyap Bersama Lenyapnya Sang Rembulan

mana mungkin aku mampu menghapus namamu di hatiku
tak mungkin itu terjadi, karena aku tak punya penghapus untuk menghapus
lebih baik kubiarkan saja namamu tetap terpampang dalam sanubari
siapa tahu diakhir nanti nama itu jadi perhiasan yang abadi

kubiarkan saja namamu jadi seliran hati
sejuk rasanya ketika hati terselimuti mutiara namamu
aku senang, jika namamu menjadi sebuah cerminan
setiap hari dapat bercermin, mengukur diri dalam kesendirian

gejolak rasa di jiwa selalu terbiasa disetiap masa
aneka cinta tertanam hingga berkembang dan berbuahkan asmara
namun terkadang namamu berubah menjadi pelangi,
menghiasai di setiap sudutnya, menciptakan warna ketika ia hambar dan polos.
percayalah, namamu takkan lenyap bersama lenyapnya sang rembulan
karena ia adalah sumber cahaya yang selalu menyinari malam-malam yang sunyi
namamu akan tetap abadi, seumpama sang surya menyinari bumi
san seumpama bintang-bintang menyinari sang malam

Sayap-Sayap Cinta

mungkin ini saatnya aku membuka kedua sayap cinta
dan terbang menelusuri cakrawala dunia
sebab terlalu lama jiwaku terkekang dalam tekanan rasa
tuan, izinkan aku untuk terbang menembus dunia lain yang konon katanya penuh bintang
tak usah lagi kau hentikan langkahku
karna aku mampu melipat jarak antara mimpi-mimpiku
tak usah lagi kau ikat mimpiku
karna aku yakin mimpi ini adalah kedua sayapku

kini saatnya mimpiku terbebas dari ikatanmu tuan
sebab aku yakin kau takkan mampu menerawang masa depan yang aku genggam
jadi biarkan saja aku yang melangkah
lebih baik kau diam di sini bersama do'a-do'a keselamatanku
tak usah tunjukan kemana arah langkahku
sebab aku tahu kau takkan mampu mengarahkanku

biarkan saja aku melukis hidupku
dalam lembaran hari-hari yang putih
biarkan saja aku yang mewarnai luka liku langkahku
percayalah, jiwaku mampu untuk mengukir sejarah

jangan kau cemaskan lagi cintaku
percayalah aku memiliki cinta yang abadi
ia takkan terganti walau banyak cinta lain yang mengantri
percalah, aku tipe setia.

Dibawah Naungan Asmara

dibawan naungan asmara, aku bersemayam melukis mimpi
warnanya ibarat pelangi yang terpancar disetiap pagi
tentram
damai
bahkan sejuk, mereka selalu datang bersama datangnya malam

aku masih bersama asmaraku, mengukir indahnya nama-namamu
terkadang akhlakmu datang menampar lamunanku
langit-langit yang indah nan biru, selalu hadir menyaksikan suara hatiku
merintih memanggil-manggil namamu
terasa indah, walau kau tak kunjung datang menyapaku

hatiku masih tersegel namamu
tak ada seorangpun yang rela membukanya
sebab mereka tak tega melihat namamu terhapus dari lembaran hidupku
engkaulah jiwaku
engkaulah hidupku

Wahai MErpati Pinjami Aku Sayap-Sayapmu

Wahai merpati, pinjami aku sayap-sayapmu
ingin sekali aku terbang, hanya untuk mencari sekeping hati yang terbuang
menelusuri langkah-langkah yang sempat dulu tertinggal
cangkel rasanya hidup dengan hanya sekeping hati
sebab sekeping lagi masih aku cari

wahai merpati, pinjami aku sayap-sayapmu
ingin kuputar jarak yang telah aku lewati
ingin kulukis kisah-kisah indah yang dulu sempat tertunda
hanya untuk menyambung kenangan lalu yang kini menjadi harapan

wahai merpati, pinjami aku sayap-sayapmu
karna sayap-sayapku telah patah bersama lelahnya jiwa
harapku sempat mati untuk mencari sekeping hati
jalanku terbentang panjang bersama sayap yang hilan

Aku Bagaikan Embun Yang Selalu Merindukan Pagi

aku bagaikan embun yang selalu merindukan pagi
ia hadir walau harus mati bersama gerangnya mentari
aku berada pada jiwa yang menggigil dalam pelukan sunyi
tak ada hangat walau sehangat mentari
hanya sedikit sejuk yang tersisa menyelimuti rasa

tuan, izinkan aku untuk menjamah cahayamu
agar suasana hati tak segelap malam hari
hingga warna-warni pagi dapat kutanggkap
dan cinta yang berceceran dapan kurapikan kembali
terangilah ia walau hanya dengan setitik cahayamu
agar semua hak-hak bisa tampak di kelopak mata

aku bagaikan embun yang selalu merindukan pagi
cintaku, tak dapat aku katakan cinta
meski setiamu selalu aku yakini keabadiannya
aku tetap tak ingin katakan aku cinta kamu
bagaikan embun yang selalu merindukan pagi
walau tanpa kata, ia selalu kaya dengan arti cinta
itulah setiaku padamu

aku bagaikan embun yang selalu merindukan pagi
selalu setia untuk menyejukan suasana
tak perduli, dengan lemparan cacian dan cemoohan yang selalu bertubi-tubi datang menamparku
ini kuungkapkan semua, bukan bermaksud riya
percayalah, sejukku takkan sirna bersama lenyapnya dunia...

Kalam Tuan syaikh Abdul Qodir Bagian Awal Tentang I'tirod

 قال سيدنا الشيخ محي الدين ابو محمد عبد القدير رضي الله عنه بكرة يوم الأحد بالرباط ثالث الشوال سنة خمس وأربعين وخمسمائة،  Sayidina syaikh ab...