Showing posts with label Sejarah. Show all posts
Showing posts with label Sejarah. Show all posts

SEJARAH AWAL KRISTEN: SELAYANG PANDANG

Penganut Trinitas meyakini bahwa seorang perawan menjadi ibu seorang anak yang merupakan penciptanya.

Membuktikan eksistensi seorang Yesus historis (historical Jesus) hampir tidak mungkin; ada beberapa teolog Kristen sekarang yang percaya kepada seorang Yesus berdasarkan iman kepada seorang tokoh yang hidup secara aktual dalam sejarah.2 Jadi, saya akan mulai pasal ini dengan pertanyaan, apakah Yesus pernah ada? Dan jika ya, bukti apakah yang kita miliki dari sumber­sumber non-Kristen (kriteria "revisionis" yang sama dibuat oleh sarjana­sarjana Yudeo-Kristen melawan Islam)? Apa kata sebagian orang Kristen mengenai Yesus? Hal ini akan banyak memberikan penerangan tentang betapa sedikitnya yang diketahui tentangnya dan tentang ketidak jelasan yang menyelimuti kalangan-kalangan Kristen awal. Juga, apakah risalah dia yang sebenarnya? Apakah risalah ini telah hilang pada tahap-tahap awalnya dan tak bisa dikembalikan lagi ataukah masih terpelihara utuh di dalam sebuah buku yang terinspirasikan? Ini adalah sebagian dari pertanyaan-pertanyaan dan topik­topik yang ingin saya garap dalam pasal ini.

1. Apakah Yesus Pemah Ada?

Isu mendasar pertama yang mesti dimunculkan adalah apakah Yesus benar-benar merupakan sebuah figur hidup yang nyata. Orang-orang Islam tanpa ragu-ragu beriman kepada eksistensi Yesus, kelahirannya dari Perawan Suci Maryam dan perannya sebagai salah seorang dari nabi-nabi mulia yang diutus kepada orang-orang Yahudi. Beberapa sarjana Kristen justru lebih banyak ragu tentang historisitas Yesus.

Selama tiga puluh tahun yang lalu para teolog semakin kuat mengakui bahwa tidak mungkin lagi menulis sebuah biografi Yesus, sebab dokumen-dokumen yang lebih awal dari kitab-kitab Injil hampir tidak menerangkan sama sekali tentang kehidupannya, sementara itu kitab­kitab Injil hanya menyuguhkan 'Kerygma' atau proklamasi keimanan, dan tidak sejarah Yesus.

i. Referensi-Referensi tentang Yesus dalam Buku-Buku Non-Kristen dari Abad Pertama

Tulisan-tulisan sejarawan Yahudi Josephus (± 100 M.), yang meliputi masa sampai dengan tahun 70 M., memang benar-benar memuat dua bagian mengenai Yesus Kristus. Bagian yang lebih panjang dari keduanya sangat jelas merupakan interpolasi atau penambahan Kristen, karena merupakan "sebuah deskripsi yang menyala-nyala yang tak mungkin ditulis oleh seorang Yahudi ortodoks."4 Sedangkan bagian yang kedua telah diteliti oleh Schuror, Zahn, von Dobschutz, Juster, dan beberapa sarjana yang lain, dan mereka menganggap kata-kata "saudara laki-laki Yesus, yang disebut Kristus" sebagai sebuah interpolasi lebih lanjut.5 Satu-satunya referensi pagan yang masih disebut secara umum adalah statemen Tacitus,

bahwa orang-orang Kristen `mengambil nama dan asal mereka dari Kristus (Christ), yang, pada masa pemerintahan Tiberius, telah meninggal dunia karena hukuman yang dijatuhkan oleh prokurator Pontius Pilate.' Tacitus menulis ini sekitar tahun 120 M., dan sejak itu orang­orang Kristen sendiri menjadi percaya bahwa Yesus telah mati dengan cara seperti ini. Saya berusaha menunjukkan... bahwa di sana terdapat alasan-alasan yang bagus untuk menduga bahwa Tacitus hanyalah mengulang apa yang waktu itu merupakan pandangan Kristen, dan bahwa dia oleh karena itu bukanlah seorang saksi yang netral.6

ii. Kristus Historis di Lingkungan Kristen

Jadi, kita saksikan bahwa membuktikan Yesus sebagai seorang figur historis menggunakan sumber-sumber utama adalah mustahil. Berasumsi bahwa dia benar-benar telah berjalan di bumi, dan merupakan sebuah figur sentral dalam Ketuhanan, maka agaknya natural belaka bahwa komunitas Kristen harus memelihara segala informasi berkenaan dengannya. Seperti layaknya srornng tigur sport masa kini atau bintang film internasional, segala tetek­bengek Yang berhubungan dengannya mesti dikoleksi, dipelihara, dicermati, dan disimpan Akan tetapi, realitasnya sangat berlawanan.

Kehidupan Yesus: Sumber-Sumber Sekunder

Pengaruh Yesus Kristus pada peradaban Barat tidak dapat dikalkulasi, dan dengan begitu mengumpulkan material-material tentang kehidupannya dan ajaran-ajarannya bukanlah permasalahan yang esensial sekali bagi sarjana modern. Akan tetapi pekerjaan ini diliputi dengan banyak kesulitan. Material sumbernya hanya terbatas pada Perjanjian Baru (PB), dan lebih spesifik lagi pada empat Injil. Karena utamanya ditulis untuk mengonversi orang-orang kafir (menjadi Kristen) dan memperteguh orang beriman, Injil-injil ini gagal memberikan banyak hal tentang informasi historis yang krusial yang dibutuhkan para penulis biografi. Dengan demikian, karya-karya itu terbuka untuk berbagai interpretasi, dan para interpreter (penafsir) sering melakukan kesalahan melihat teks melalui filter keyakinan masing-masing mengenai Yesus, menemukan di dalam teks persis seperti apa yang semula ingin mereka temukan.7

Sumber-sumber kanonikal ini, empat Injil dan kitab-kitab PB yang lain, sangat tidak lengkap dan tidak memungkinkan kompilasi objektif tentang sebuah biografi yang utuh. Pada kenyataannya, kehidupan Yesus hanya dianggap relevan sepanjang mendukung dogma Kristen; dengan hanya segenggam dari beberapa bagian Injil yang ditekankan dalam konggregasi (sebagaimana yang diamati Maurice Bucaille),8 tertarik tentang historis Yesus paling sekadar tambahan.

Herman Reimarus, Profesor Bahasa-bahasa Timur di Hamburg pada masa 1700-an, merupakan orang pertama yang berusaha merekonstruksi kehidupan historis Yesus.9 Sebelum Reimarus, "Satu-satunya biografi Yesus... yang penting bagi kita disusun oleh seorang Yesuit dalam bahasa Persi."10 Biografi ini ditulis pada paruh kedua tahun 1500 dan didesain secara spesifik untuk kebutuhan Akbar, Emperor Moghul. Biografi ini adalah,

sebuah pemalsuan cerdik mengenai kehidupan Yesus di mana penghapusan-penghapusan dan penambahan-penambahan yang diambil dari Apocrypha, diilhami oleh tujuan satu-satunya, yaitu menyuguhkan kebesaran Yesus kepada seorang penguasa yang open-minded, yang mana tidak boleh ada sesuatu apa pun yang melukai perasaannya.

Kondisi karya yang meragukan ini tidak menghalanginya untuk diterjemahkan ke dalam bahasa Latin satu abad berikutnya oleh seorang teolog Gereja Pembaruan yang ingin mendiskreditkan Katolik.12 Oleh karena itu, usaha pertama pada biografi, ditulis enam belas abad penuh setelah kehidupan aktual Yesus yang menapaki lorong-lorong berliku-liku Yerusalem, adalah tidak lebih dari sebuah teks misionaris yang secara historis invalid yang telah menjadi bidak lain dalam perang doktrinal antara Katolik dan Protestan. Bahkan sarjana-sarjana berikutnya telah gagal menyusun sebuah biografi yang viable. Tampaknya setelah hilangnya lnjil yang asli, dalam masa dua ribu tahun ini tidak ada satu pun usaha yang berhasil mengompilasi sebuah gam­baran ringkas historis tentang Yesus. Robert Funk menjelaskan masalah ini sebagai berikut:

Sejauh yang bisa saya temukan, tak seorang pun yang pernah menyusun [sebuah] daftar tentang semua kata-kata yang dihubungkan atau di­nisbatkan kepada Yesus dalam masa tiga ratus tahun pertama menyusul kematiannya.... Di antara buku-buku ilmiah yang ditulis tentang Yesus pada sekitar abad yang lalu... saya tidak dapat menemukan satu pun daftar yang kritis tentang ucapan-ucapan dan perbuatan-perbuatan (Yesus)... Tidak ada satu pun [diantara kolega saya] yang menyusun sebuah daftar kasar (mengenai Yesus)... [padahal] kebanyakan dari mereka memberi kuliah atau menulis tentang Yesus hampir setiap harinya.14

Setelah dua puluh abad material historis itu masih senantiasa sangat kurang yang untuk membuat sketsa sebuah kerangka dasar saja menjadi problematika, kecuali jika seseorang memilih mengabaikan historisitas dan sebagai gantinya hanya bersandar pada "Yesus keimanan" (Jesus of taith) seperti yang ter­gambar dalam PB.15

iii. Kristus dan bahasa-Ibunya

Kekurangan informasi ini begitu meluas sampai-sampai kita tidak tahu hanyak tentang sifat-sifat Yesus yang paling fundamental. .jika daftar lengkap mengenai ucapan-ucapannya saja tidak pernah diketahui para pengikutnya, apakah para sarjana bersepakai tentang bahasa tertentu yang mungkin dahulu digunakan Yesus dalam ucapan-ucapannya? Kitab-kitab Injil, begitu juga penulis-penulis Kristen dahulu maupun kini, telah gagal memberi jawaban yang pasti. Di antara dugaan-dugaan para sarjana awal dalam hal ini, kita mempunyai: dialek Galil bangsa Kaldan (J.J. Scalinger); Suriah (Claude Saumaise); dialek Onkelos dan Jonathan (Brian Walton); Yunani Kuno (Vossius); Ibrani (Delitzsch dan Resch); Aram (Meyer); dan bahkan Latin. (Inchofer, sebab "Tuhan tidak boleh menggunakan bahasa lain apa pun di bumi, karena ini adalah bahasa orang-orang suci di langit").16

iv. Kristus: Sifat-sifat Moral Tuhan?

Kristus dikatakan sebagai salah saw dari tiga unsur Ketuhanan (Godhead). Siapa pun yang masuk ke sebuah gereja, gereja mana pun yang diakui secara tradisional, bagaimana pun juga akan segera melihat absennya dua per tiga dari Ketuhanan ini secara telanjang, dengan hanya figur satu-satunya yang terpampang, Yesus. Bapak dan Roh Tuhan telah dilupakan hampir sepenuhnya, dan sebagai gantinya Yesus Kristus mendapatkan kedudukan terkemuka. Meskipun peran yang besar ini, perlakuan terhadapnya oleh sebagian penulis Kristen meninggalkan noda-noda hitam dalam warisannya, yang sehingga menjadi sulit untuk menerimanya sebagai seorang figur yang secara universal dicintai orang-orang Kristen-atau setidaknya sebagai seseorang yang moralitasnya mereka anggap pantas diikuti.

a) Canon Montefiore: Yesus Seorang Gay?

Berbicara tentang Yesus pada konferensi the Modern Churchmen di Oxford, 1967, Canon Hugh Montefiore, Pendeta Great St. Mary, Cambridge, menyatakan:

Kawan-kawannya adalah perempuan, tapi dia mencintai laki-laki. Satu fakta yang mencolok adalah bahwa dia tidak kawin, dan kaum lelaki yang tidak kawin biasanya memiliki satu dari tiga sebab: mereka tidak mampu menempuhnya; tidak terdapat gadis; atau mereka secara natural Homoseksual.17

b) Martin Luther: Yesus Berzina Tiga Kali

Martin Luther juga menegasikan image Yesus yang suci. Ini bisa ditemukan dalam Table-Talk-nya Luther,18 yang autentisitasnya tidak pernah diragukan meskipun bagian-bagian tertentu mempermalukan. Arnold Lunn menulis:

Weimer menyitir satu nukilan dari Table-Talk di mana Luther menyata­kan bahwa Kristus berzina tiga kali, pertama dengan perempuan di sumur, kedua dengan Mary Magdalena, dan ketiga dengan perempuan yang diambil dalam perzinaan, "Yang dia lepaskan begitu saja. Dengan demikian, Kristus yang begitu suci telah berzina sebelum meninggal.19

2. Murid-Murid Yesus

Mari kita buang tuduhan-tuduhan ini sekarang dan mencermati PB. Barangkali sangat baik memulai diskusi ini dengan mengulas beberapa pe­ristiwa utama menjelang hari-hari akhir hayat Yesus (sebagaimana dijelaskan dalam empat Injil). Sebagai hasil karya keimanan, Injil-injil itu berusaha menggambarkan kedamaian batin Yesus secerah mungkin, sebagaimana yang seharusnya dilakukan. Mari kita teliti gambar-gambar ini untuk mengetahui dengan pasti bukan sifat-sifat Yesus, tapi sifat-sifat para muridnya yang me­mikul beban menyebarluaskan pesan Yesus. Berdasarkan gambar-gambar mereka di dalam Injil kita akan dapatkan satu ide yang konkret bagaimana PB memandang dirinya sendiri, karena orang-orang ini merupakan cikal-bakal (nucleus) yang melaluinya agama Kristen bersemi.

Matius 26 (Contemporary English Version)

20-21 Sementara Yesus makan [hidangan Paskah] bersama dengan dua belas muridnya petang itu, dia berkata, "Seorang dari antara kalian akan menyerahkan aku kepada musuh-musuhku."

22 Murid-rnurid menjadi sangat sedih, dan seorang demi seorang berkata kepada Yesus, "Tentu hukan saya yang Bapak maksudkan."

23 Dia menjawab, "Orang yang makan bersama saya dari tempat makan yang sama akan Mengkhianatiku.".....

25 Yudas berkata, "Bapak Guru, tentu bukan saya yang Bapak maksudkan!" Yesus menjawab, "Begitulah katamu!" Tapi kemudian, Yudas benar-benar mengkhianatinya.

31 Yesus berkata kepada murid-muridnya, "Pada malam ini juga kamu semua akan lari meninggalkan aku, karena dalam Alkitab tertulis,

'Aku akan membunuh gembala itu, dan kawanan dombanya akan tercerai-berai.'

32 Tetapi setelah aku dibangkitkan kembali, aku akan mendahului kalian ke Galilea."

33 Petrus berkata, "Biar semua meninggalkan Bapak, saya sekali-kali tidak!"

34 Yesus menjawab, "Saya ingatkan bahwa sebelum ayam berkokok malam ini juga, engkau tiga kali mengingkari aku."

35 Tetapi Petrus berkata, "Sekalipun saya harus mati bersama Bapak, saya tidak akan berkata bahwa saya tidak mengenal Bapak." Dan semua murid yang lain berkata begitu juga.

36 Sesudah itu Yesus pergi dengan murid-muridnya ke suatu tempat yang bernama Getsemani. Ketika sampai di sana ia berkata kepada mereka, "Duduklah di sini sementara aku pergi berdoa."

37 Lalu ia mengajak Petrus dan kedua saudara laki-laki (anak Zabedeus), James dan Yohanes, pergi bersama-sama dengan dia. la merasa sedih sekali dan gelisah,

38 dan ia berkata kepada mereka, "Aku sangat sedih serasa akan mati saja. Tinggallah di sini dan turutlah berjaga-jaga dengan aku."

39 Kemudian Yesus pergi lebih jauh sedikit. Lalu ia tersungkur ke tanah dan berdoa, "Bapa, kalau boleh, janganlah membuatku menderita dengan membuatku minum dari gelas ini. Tetapi lakukan apa yang Engkau inginkan, dan bukan yang aku inginkan."

40 Yesus kembali dan mendapati murid-muridnya sedang tidur. Kemudian ia berkata kepada Petrus, "Hanya satu jam saja kalian bertiga tidak dapat berjaga dengan aku?

41 Berjaga jagalah dan berdoalah supaya kalian jangan mengalami cobaan. Memang kalian mau melakukan yang benar, tapi kalian lemah."
42 Sekali lagi Yesus pergi berdoa, katanya, "Bapa, kalau penderitaan ini harus aku alami, dan tidak dapat dielakkan, biarlah kemauan Bapa yang jadi."

43 Yesus kernbali lagi dan mendapati rnereka masih juga tidur, karena mereka terlalu mengantuk.

44 Sekali lagi Yesus meninggalkan mereka untuk berdoa dengan mengucapkan kata-kata yang sama.

45 Akhirnya, Yesus kembali kepada murid-muridnya dan berkata, "Masihkah kalian tidur dan istirahat? Lihat, sudah tiba waktunya Anak Manusia diserahkan kepada kuasa orang-orang berdosa."...

47 Sementara Yesus masih berbicara, Yudas sang pengkhianat itu datang. Dia adalah seorang dari kedua belas murid, dan bersama-sama dengannya datang juga banyak orang yang membawa pedang dan pentungan. Mereka disuruh oleh imam-imam kepala dan pemimpin-pemimpin Yahudi.

48 Yudas sudah memberitahukan kepada mereka sebelumnya, "Orang yang saya cium, itulah orangnya, tangkaplah dia."

49 Yudas langsung pergi kepada Yesus dan berkata, "Salam, Guru." Kemudian Yudas menciumnya.

50 Yesus menjawab, "Temanku, kenapa anda kemari? Kemudian orang banyak itu maju dan menangkap Yesus.

51 Salah seorang pengikut Yesus menghunus pedangnya. Dia memarang hamba imam agung sampai putus telinganya.

52 Yesus berkata kepadanya, Masukkan kembali pedangmu ke dalam sarungnya, sebab semua orang yang menggunakan pedangnya akan mati oleh pedang....

55 Lalu Yesus berkata kepada orang banyak itu, "Apakah aku ini penjahat, sampai kalian datang dengan membawa pedang dan pentungan untuk menangkap aku? Setiap hari aku duduk dan mengajar di Rumah Tuhan, dan kalian tidak menangkap aku.

56 Tetapi memang sudah seharusnya begitu supaya terjadilah apa yang ditulis oleh nabi-nabi di dalam Alkitab." Semua murid-muridnya lari meninggalkan Yesus.

57 Setelah Yesus ditangkap, dia dibawa ke rumah imam agung Kayafas...
58 Petrus mengikuti Yesus dari jauh sampai ke halaman rumah agung. Lalu Petrus masuk ke dalam halaman itu, dan duduk bersama-sama pengawal untuk mengetahui apa yang akan terjadi.

69 Sementara Petrus sedang duduk di luar, di halaman, salah seorang pelayan wanita datang dan berkata kepada Petrus, "Bukankah engkau juga bersama-sama Yesus orang Galilea itu?

70 Tetapi Petrus berkata di depan setiap orang, "Tidak begitu! Saya tidak tahu apa maksudmu!"

71 Ketika Petrus pergi ke pintu halaman, seorang pelayan wanita yang

lain melihat Petrus, dan berkata kepada orang-orang di situ, "Orang ini tadi juga bersama-sama dengan Yesus dari Nazaret itu."

72 Lalu Petrus menyangkal lagi, dan bersumpah, "Sungguh-sungguh saya tidak kenal orang itu!"

73 Tidak lama sesudah itu, orang-orang yang berdiri di situ datang kepada Petrus dan berkata, "Pasti engkau salah seorang dari mereka. Itu kentara sekali dari logatmu yang seperti seseorang dari Galilea."

74 Lalu Petrus mulai menyumpah-nyumpah dan berkata, "Saya tidak kenal orang itu!" Saat itu juga ayam berkokok,

75 dan Petrus teringat bahwa Yesus sudah berkata kepadanya, "Sebelum ayam berkokok, engkau berkata tiga kali bahwa tidak tahu Aku." Lalu Petrus keluar dan menangis dengan sedih.


i. Beberapa Catatan Tentang Dua Belas Orang Murid


Ada dua hal yang patut dicatat di sini:

Kedua belas orang murid itu benar-benar telah menerima ajaran dan training khusus, sebab agaknya Yesus memang mempersiapkan pemim­pin-pemimpin yang akan menggantikannya. Bagaimana pun juga, di dalam Markus, kedua belas orang tersebut tidak paham apa pun yang diajarkan kepada mereka.20

Gambar yang disuguhkan oleh keernpat Injilnya para murid Yesus menunjukkan beberapa contoh sikap penakut dan kurang ulet atau tidak tabah, yang meragukan sejauh mana mereka, sebagai pengikut pertama, berhasil meneladani kehidupan Yesus.

Jika kita ambil keempat Injil ini sebagai sebuah gambaran yang jujur tentang kehidupan Yesus dan peristiwa-peristiwa seputar wafatnya, maka apa yang kita baca mengenai murid-muridnya hanya akan menghancurkan kepercayaan pembaca terhadap teks, yang notabene merupakan gambaran para guru agama Kristen generasi pertama. Harus saya katakan bahwa terdapat banyak bukti yang menyangkal paparan-paparan yang diberikan Injil;21 hal ini mernpunyai pengaruh langsung terhadap apakah penggambaran rnengenai para murid itu akurat atau sebaliknya. Jika dianggap akurat, yakni para murid itu benar-benar tidak kompeten, maka berarti ajaran-ajaran Yesus memang lembek dan kompromistis; dan jika dianggap bahwa mereka itu berkompeten, tetapi telah digambarkan secara tidak jujur oleh para penulis setelah mereka, maka berarti akurasi semua Injil itu benar-henar meragukan, dan begitu juga kredo-kredonya.

Wahyu Dan Nabi Muhammad SAW

Dari sejarah Islam kita akan melihat jejak risalah Nabi Muhammad, sifat dan kaitannya dengan ajaran para nabi terdahulu. Allah swt. menciptakan umat manusia dengan satu tujuan agar menghambakan diri kepada-Nya, meski la tidak memerlukan seseorang agar menyembah karena tidak akan menambah arti kebesaran-Nya. Tata cara penyembahan tidak diserahkan pada individu, namun secara eksplisit dijelaskan oleh para nabi dan rasul-Nya. Melihat bahwa semua rasul menerima tugas dari Pencipta yang sama, inti risalah tetap sama saja, hanya beberapa penjelasan praktis yang mengalami perubahan. Nuh (Noah), Ibrahim (Abraham), Isma'il (Ishamel), Ya'cub (Jacob), Ishaq (Isaac), Yusuf (Joseph), Dawud (David), Sulaiman (Solomon), `Isa (Jesus), dan banyak lagi yang tak terhitung, Allah mengutus dengan risalah yang ditujukan kepada masyarakat tertentu dan berlaku pada masa tertentu pula. Dalam perjalanan mungkin saja terjadi penyimpangan yang membuat pengikutnya menyembah berhala, percaya pada klenik dan khurafat, dan melakukan upaya pemalsuan. Kehadiran Nabi Muhammad, dengan risalah yang tidak tersekat dalam batas kebangsaan dan waktu tertentu, suatu kepercayaan yang tidak akan mungkin dihapus karena untuk kepentingan umat manusia sepanjang zaman.

Islam menganggap kaum Yahudi dan Nasrani sebagai "ahli kitab". Ketiga agama ini memiliki kesamaan asal usul keluarga dan secara hipotesis menyembah tuhan yang sama, seperti dilakukan oleh Nabi Ibrahim dan kedua putranya, Isma'il dan Ishaq. Berbicara masalah agama, tentu kita dihadapkan pada peristilahan yang umum kendati kata-kata itu tampak mirip, bisa jadi memiliki implikasi yang berlainan. Misalnya, Kitab suci Al-Qur'an menjelas­kan secara rinci bahwa segala sesuatu di alam ini diciptakan untuk satu tujuan agar menyembah Allah, tetapi dalam mitologi Yahudi semua alam ini dicipta­kan untuk menghidupi anak cucu bani Israel saja.1

Selain itu, nabi-nabi ban! Israel dianggap terlibat dalam membuat gambaran tuhan-tuhan palsu (Aaron) dan bahkan dalam skandal perzinaan (David), sedangkan Islam menegaskan bahwa semua nabi-nabi memiliki sifat kesalehan. Sementara, konsep trinitas dalam agama Kristen-dengan anggapan Jesus seperti terlihat dalam gambaran ajaran gereja sama sekali bertentangan dengan keesaan Allah dalam ajaran Islam. Kita akan paparkan sifat kenabian dalam ajaran Islam yang akan jadi dasar utama adanya perbedaan nyata antara Islam dan kedua agama itu yang mengalami pencemaran dari konsep monoteisme dan akan kita jelaskan bahwa Allah %%% menentukan ajaran ideal untuk seluruh alam raya dalam bentuk wahyu terakhir.

1 . Pencipta dan Beberapa Sifat-Nya

Jelas bahwa kita tidak menciptakan diri kita sendiri dan tak ada makhluk mana pun yang mampu menciptakan dirinya dari sesuatu tanpa wujud perantara. Untuk itu, Allah . menjelaskan dalam kitab suci Al-Qur'an,

"Apakah mereka diciptakan tanpa sesuatu pun ataukah mereka yang menciptakan (diri mereka sendiri)?"2

Semua makhluk berasal dari Sang Pencipta,

"(Yang memiliki sifat-sifat yang) demikian itu ialah Allah Tuhan kamu; tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia; Pencipta segala se­suatu, maka sembahlah Dia; dan Dia adalah Pemelihara segala sesuatu."3

"Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya."4

Allah sebagai Pencipta adalah Mahaunik dan tidak ada menyerupai-Nya. Dia tiada dilahirkan clan satu-satunya Tuhan,

"Katakanlah, 'Dialah Allah, Yang Maha Esa, Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala urusan. Dia tiada beranak dan tiada pula diperanakkan, dan tidak ada seorang pun yang setara dengan Dia'."5

Dia Maha Pemurah, Pengasih, dan Penyayang. Dia membalas semua kebaikan dan menerima tobat orang yang benar-benar menyesali perbuatannya. la memberi ampunan pada siapa yang ia Kehendaki clan tidak akan memberi ampunan pada setiap menyekutukan-Nya clan akan mati dalam keadaan dosa yang tak terampuni.

"Katakanlah, 'Hai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Se­sungguhnya Allah mengampuni dosa-2 semuanya. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.’”6

"Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barang siapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar."7

i. Tujuan Penciptaan Manusia

Allah  mencipta manusia semata-mata agar menghambakan diri kepada-Nya,

"Dan Aku tidak menciptakan jin & manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku."8

Dengan memberi makan, air minum, tempat tinggal, reproduksi keturun­an, dan banyak lagi lainnya yang berkaitan dengan kehidupan manusia, me­nurut Islam, dapat ditransformasikan sebagai amal 'ibadah jika disertai niat memberi pelayanan terhadap Allah.

ii. Jejak Risalah Para Nabi

Dalam jiwa manusia, Allah meniupkan sifat naluri yang mengantarkan penghambaan kepada-Nya sejauh tidak ada campur tangan pihak luar.9 Guna mengatasi kemungkinan adanya pengaruh luaran, Allah swt. mengutus para rasul dari masa ke masa agar terhindar dari penyembahan berhala atau pun khurafat dan membimbing manusia pada penyembahan yang benar.

"....dan Kami tidak akan mengazab sebelum Kami mengutus seorang rasul."10

Allah sebagai Sang Pencipta membersihkan para utusan-Nya dari segala bentuk perilaku jahat serta memberi kebaikan budi. Mereka sebagai model per­contohan dan memerintahkan semua pihak agar mengikuti jejak kepe­mimpinannya dalam menghambakan diri pada Allah swt.. Esensi risalahnya tak mengenal batas waktu sepanjang sejarah.

"Dan Kami tidak mengutus seorang rasul pun sebelum kamu, melainkan Kami wahyukan kepadanya, 'Bahwasanya tidak ada Tuhan (yang hak) melainkan Aku, maka sembahlah olehmu sekalian akan Aku'.“11

Semua risalah para nabi adalah,

"Maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepada-Ku."12

Ungkapan singkat "tiada tuhan melainkan Allah"adalah kata kunci yang menyatukan semua para nabi sejak Nabi Adam hingga Muhammad. Kitab AI­Qui an menyebut tema ini berulang kali meminta perhatian khususnya Yahudi dan Nasrani.

2. Rasul Terakhir

Di daerah tandus lagi panas, Mekah, Nabi Ibrahim pernah bermimpi bahwa seorang dari bangsa Nomad akan tinggal di lembah tandus itu yang akan menggembirakan Sang Pencipta:

"Ya Tuhan kami, utuslah untuk mereka seorang Rasul dari kalangan mereka, yang akan membacakan kepada mereka ayat-ayat Engkau, dan mengajarkan kepada mereka Al-Kitab (AI-Qur'an) dan Al-Hikmah (As­Sunnah) serta menyucikan mereka. Sesungguhnya Engkaulah yang Mahaperkasa lagi Mahabijaksana."13

Dan waktu yang telah ditentukan, di tempat yang tandus ini, Allah mengabulkan doa yang disemburkan Nabi Ibrahim lahirnya nabi terakhir untuk seluruh kemanusiaan.

"Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki di antara kamu, tetapi dia adalah Rasulullah dan penutup nabi-nabi. Dan adalah Allah Maha Mengetahui segala sesuatu."14

"Dan Kami tidak mengutus kamu, melainkan kepada umat manusia seluruhnya sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi pe­ringatan, tetapi kebanyakan manusia tiada mengetahui."15

"Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam."16

Sebagaimana yang Allah kehendaki, tibalah seorang penggembala kam­bing buta huruf diberi tugas menerima, mengajar, dan menyebarkan wahyu hingga berakhirnya sejarah: suatu beban yang lebih berat dari apa yang telah diberikan pada para rasul sebelumnya.

Sekilas Tentang Sejarah Islam Di Masa Silam

1. Arab Pra-Islam

i. Kondisi Geo-Politik
Arab. Letaknya yang dekat persimpangan ketiga benua, semenanjung Arab menjadi dunia yang paling mudah dikenal di alam ini. Dibatasi oleh Laut Merah ke sebelah barat, Teluk Persia ke sebelah Timur, Lautan India ke sebelah selatan, Suriah dan Mesopotamia ke utara, dahulu merupakan tanah yang gersang tumbuh-tumbuhan di Pegunungan Sarawat yang melintasi garis pantai sebelah barat. Meski tidak banyak perairan, beberapa sumbernya terdapat di bawah tanah yang membuat ketenangan dan sejak dulu berfungsi sebagai urat nadi permukiman manusia dan kafilah-kafilah.

Semenanjung Arabia dihuni sejak hari-hari pertama dalam catatan sejarah. Sebenarnya penduduk teluk Persia telah membangun negara perkotaan, city-state, sebelum abad ketiga S.M.1 Para ilmuwan menganggap wilayah tersebut sebagai tempat kelahiran suku bangsa Semit, meski sebenarnya tak ada kata mufakat di antara mereka. Istilah Semit mencakup: Babilonia (pendapat Von Kremer, Guide, dan Hommel);2 semenanjung Arabia (Sprenger, Sayce, De Goeje, Brockelmann, dan lain-lain);3 Afrika (Noldeke dan lain-lain);4 Amuru (A.T. Clay);5 Armenia (John Peaters);6 bagian sebelah selatan semenanjung of Arabia (John Philby);7 dan Eropa (Ungnand).8

Phillip Hitti, dalam karyanya yang berjudul, Sejarah Bangsa Arab, menyebut,

"Kendati istilah semi tmuncul belakangan di kalangan masyarakat Eropa, hal tersebut biasanya dialamatkan pada orang-orang Yahudi karena yang terkonsentrasi di Amerika. Sebenarnya lebih tepat ditujukan pada penduduk bangsa Arab yang, lebih dari kelompok manusia lain, telah mendapat ciri bangsa Semit secara fisik, kehidupan, adat istiadat, cara berpikir dan bahasa. Orang-orang Arab masih tetap sama sepanjang pen­catatan sejarah."9

Hampir semua hipotesis asal-usul kesukuan lahir dari kajian di bidang bahasa mengambil sumber informasi dari Kitab Perjanjian Lama,10 yang kebanyakan tidak bersifat ilmiah serta didukung oleh bukti sejarah yang akurat. Misalnya, Kitab Perjanjian Lama memasukkan bangsa lain yang pada hakikat­nya bukan bangsa Semit seperti Alamite dan Ludim, di waktu yang sama tidak mengikutsertakan beberapa bangsa Semit lain seperti Funisia dan Kanaan.11 Melihat pendapat yang beragam, saya lebih cenderung menerima bahwa kaum Semit muncul dari kalangan bangsa Arab. Menjawab pertanyaan siapa sebenarnya bangsa Semit dan siapa yang bukan, Bangsa Arab dan Israel memiliki keturunan asal usul serumpun melalui Nabi Ibrahim.12

ii. Nabi Ibrahim dan Kota Mekah

Dalam waktu yang ditetapkan dalam sejarah, Allah memberi karunia kepada Nabi Ibrahim seorang putra, Isma'il, pada usia lanjut. Ibunya, Siti Hajar, seorang hamba yang dihadiahkan Pharos kepada Sarah. Kelahiran Isma'il membuat Sarah cemburu luar biasa di mana ia meminta agar Ibrahim memutus hubungan persaudaraan wanita tersebut dengan putranya.13 Melihat adanya perselisihan dalam keluarga, ia membawa Siti Hajar dan Isma'il ke tanah Mekah yang tandus, lembah yang amat panas dan tak berpenduduk, serta ke­kurangan makanan dan minuman. Saat mulai tinggal, Siti Hajar melempar pan­dangan pada tanah kosong yang ada di sekelilingnya dengan perasaan tak menentu disertai pertanyaan kepada Ibrahim apakah ia telah meninggalkan mereka. la tak menjawab. Lalu ia bertanya adakah ini perintah Allah? Ibrahim lalu mengiyakan. Mendengar jawaban itu ia berkata, "Jika demikian halnya, Tuhan tak akan membuat kita sia-sia." Pada akhirnya, air Zamzam menyembur dari dalam tanah gersang membasahi kaki si kecil, Isma'il. Mata air itulah yang membuat tempat itu sebagai permukiman yang dihuni pertama kali oleh kabilah Jurhum.14

Beberapa tahun kemudian Nabi Ibrahim, saat mengunjungi putranya, memberi tahu tentang sebuah pandangan pemikiran:

Nabi Ibrahim dan Isma'il menerima perintah ketuhanan guna membangun tempat suci pertama di muka bumi sebagai tempat menyembah Allah,


Bakkah sebuah ungkapan kata lain dari kota Mekah, dari atas batu itulah ayah dan putranya memusatkan perhatian pada pembangunan Ka'bah yang suci dengan sikap ketakwaan seorang yang telah menghadapi cobaan yang sangat berat dan mampu menghadapinya karena `inayah Allah. Setelah menyelesaikan bangunan itu, Nabi Ibrahim lalu berdoa,


Tidak lama kemudian doa yang disemburkan mulai membuahkan hasil dan Mekah tidak lagi terpencil; kehidupan semakin berkembang dengan adanya tempat suci Allah, air zamzam, dan penduduknya mulai menuai kesuburan. Kemudian menjadi pusat lintas perdagangan ke Suriah, Yaman, Ta'if, dan Najd,18 dan penyebab utama di mana dari masa ke masa, para kaisar dari Aellius Gallus hingga Nero ingin menyebarkan pengaruh di persinggahan penting kota Mekah dengan mencurahkan segala upaya guna mencapai tujuan tersebut.19

Tampaknya terdapat pula gerakan kependudukan lain di semenanjung Arab. Perlu dicatat, di sana terdapat para pengungsi bangsa Yahudi, beberapa abad kemudian, memperkenalkan agamanya pada masa pengasingan orang­orang Babilonia. Mereka kemudian menetap di Yathrib (Madinah sekarang), Khaebar, Taima', dan Fadak pada tahun 587 sebelum masehi dan tahun 70 Masehi.20 Suku bangsa Nomad terus mengalami perubahan. Suku bangsa Tha 'liba dari keturunan Qahtan juga tinggal di Madinah. Di antara anak cucu keturunan mereka adalah kabilah Aws dan Khazraj, yang kemudian ke duanya lebih dikenal sebagai kaum al-Ansar'21 (pendukung utama Nabi Muhammad). banu Harithah, yang kemudian dikenal sebagai banu Khuza'a, tinggal di Hejaz menggantikan penduduk sebelumnya, banu Jurhum,22 yang kemudian menjadi pemelihara Baitullah atau Ka'bah di Mekah. Merekalah yang harus memikul tanggung jawab karena melahirkan sistem keberhalaan.23 Bani Lakham, kabilah lain dari Qahtan, menetap di Hira (Kufa, sekarang Irak) di mana mereka mendirikan sebuah negara kecil sebagai penahan antara Jazirah Arabia dan Persia (200-602 masehi).24 Bani Ghassan menetap di Suriah sebelah bawah dan mendirikan kerajaan Ghassan, sebuah negeri penahan antara Byzantin dan Arab, yang berakhir hingga tahun 614 masehi.25 Bani Tay menduduki daerah pegunungan Tayy sedang ban! Kinda menetap di pusat Arab.26 Gambaran secara umum dari semua kabilah tersebut merupakan jalur keturunan Nabi Ibrahim melalui Nabi Isma'il.27

Bab ini tidak dimaksudkan hendak memberi gambaran tentang kota Mekah sebelum Islam, sekadar pendahuluan akan adanya hubungan nenek moyang anggota keluarga Nabi Muhammad. Untuk mempersingkat, saya akan mengungkap dan melacak kelahiran Qusayy, para kakek Nabi Muhammad.

iii. Qusayy Sebagai Penguasa Kota Mekah

Ratusan tahun sebelum kelahiran Nabi Muhammad  Qusayy. dikenal sebagai orang yang amat cerdas, perkasa serta memiliki kemampuan administrasi yang tinggi dan mencuat dalam jajaran pentas politik kota Mekah. Mengambil faedah dari kepentingan Byzantin di Mekah waktu itu, la minta pertolongan mereka dalam menguasai kota Mekah dengan mengesampingkan pengaruh Byzantin dengan tidak menghiraukan kepentingan wilayah mereka.28


Qusayy menikahi Hubba bint Hulail, putri kepala Suku Khuza'i di Mekah; kematiannya memberi peluang menaiki tahta kekuasaan dan menye­rahkan pemeliharaan kota Mekah pada anak cucu keturunannya.30 Kabilah Quraish terpencar ke seluruh wilayah yang pada akhirnya semua memasuki kota Mekah dan menyatu di bawah komando kepemimpinannya.31

iv. Mekah: Sebuah Masyarakat Kabilah

Meski disebut sebagai kota negara, city-state, Mekah tetap merupakan masyarakat kesukuan hingga akhir penaklukannya pada masa Nabi Muhammad. Sistem kependudukan masyarakat dibangun menurut kabilah dimana anak-anak dari satu suku dianggap saudara yang memiliki pertalian hubungan darah. Seorang Arab tidak akan dapat memahami pemikiran negara kebangsaan melainkan dalam konteks sistem kesukuan (kabilah),

"Adalah hubungan negara kebangsaan yang mengikat keluarga ke dalam kesukuan,sebuah negara yang didasarkan pada hubungan darah daging seperti halnya negara kebangsaan yang dibangun di atas garis keturunan. Adalah hubungan kekeluargaan yang mengikat semua individu ke dalam negara dan kesatuan. Hal ini dianggap sebagai agama kebangsaan dan hukum perundangan-undangan yang telah mereka sepakati."32

Setiap anggota merupakan asset seluruh kabilah di mana munculnya se­orang penyair kenamaan misalnya, ahli perang pemberani, orang terkenal dalam kebaikan dalam satu kabilah, akan membuat kehormatan dan nama baik seluruh garis keturunannya. Di antara tugas utama tiap pendukung kesukuan adalah mempertahankan bukan saja terhadap anggotanya melainkan setiap mereka yang secara sementara seperti tamu-tamu yang hadir di bawah bendera kabilah. Memberi proteksi pada mereka merupakan suatu kehormatan yang dicapai. Oleh karena itu, kota Mekah sebagai kota kenegaraan selalu siap menyambut setiap pendatang menghadiri perayaan, melakukan ibadah haji,33 atau pun sekadar lewat dengan rombongan berunta. Memberi pelayanan permintaan ini memerlukan keamanan dan fasilitas yang memadai, dan, oleh karena itu institusi kemudian dibangun di kota Mekah (di mana beberapa di antaranya oleh Qusayy sendiri):34 seperti Nadwa (lembaga perkotaan), Mashura (dewan nasihat), Qiyada (kepemimpinan), Sadana (adminstrasi kota suci), Hijaba (pemeliharaan Ka'bah), Siqaya (pengadaan air minum buat para jemaah haji), Imaratul-bait (pemeliharaan kesucian Ka'bah), Ifa`da (mereka yang berhak memberi izin pada orang pertama yang melangkah dalam acara perayaan), Ijaza, Nasi (institutsi penyesuaian kelender), Qubba (membuat tenda mengumpulkan sumbangan bagi mengatasi keadaan darurat, A'inna (pemegang kendali kuda), Rafada (pajak untuk membantu para jemaah haji yang miskin), Amwal muhajjara (sedekah untuk kesucian), Aysar, Ashnaq (pembuat perkiraan pertanggungan jawab keuangan) Hukuma (pemerintahan), Sifarah (kedutaan), `Uqab (penentuan standar), Liwa (panji) dan Hulwan-un­nafr (mobilisasi kesejahteraan).

Tugas berat ini menjadi tanggung jawab anak cucu keturunan Qusayy. Keturunan 'Abdul-Dar misalnya mengambil alih tugas pemeliharaan Ka'bah, balai kelembagaan, dan hak-hak mengangkat panji pada semua staf pada saat peperangan.35 'Abd-Manaf mengatur hubungan luar negeri dengan penguasa Romawi, dan pangeran Ghassan. Hashim (putra lelaki 'Abd-Manaf) mengadakan perjanjian dan dikatakan telah menerima perintah dari kaisar memberi kekuasaan pada orang Quraish untuk melakukan perjalanan melalui Suriah dalam keadaan aman."36 Hashim dan kelompoknya tetap mempertahankan tugasnya sebagai kepala pengaturan makanan dan minuman untuk para jamaah haji. Kekayaannya telah memberi peluang melayani para jamaah haji dengan kebesaran seorang pangeran.37

Sewaktu melakukan misi perdagangan ke Madinah, Hashim terpikat oleh seorang wanita bangsawan suku Khazarite, Salma bint 'Amr. la menikah dan kembali bersamanya ke Mekah, namun saat dalam keadaan hamil ia memilih kembali ke Madinah dan melahirkan seorang putra, bernama Shaiba di sana. Hashim meninggal di Gaza pada saat melakukan misi perdagangan,38 dan memberi kepercayaan pada saudaranya, Muttalib, guna memelihara putranya39 yang saat itu, masih bersama sang ibu. Saat melakukan perjalanan ke Madinah, Muttalib berselisih paham dengan janda Hashim tentang penjagaan pemuda Shaiba, yang pada akhirnya ia berada pada pihak yang menang. Dengan kembali bersama paman dan keponakannya ke Mekah, orang salah pengertian dan mengira anak lelaki itu sebagai hamba Muttalib. Oleh sebab itu, nama julukan Shaiba menjadi 'Abdul-Muttalib.40

Setelah meninggal pamannya, 'Abdul-Muttalib, mewarisi tugas Siqaya (pengadaan air minum buat para jamaah haji) dan Rafada (pengumpul bantuan keuangan untuk para jamaah haji miskin).41 Setelah menemukan kembali sumur zamzam yang mata airnya terbenam dan sudah terlupakan di bawah himpunan pasir beberapa tahun lamanya, ia memperoleh kehormatan dan ketinggian menjadi gubernur kota Mekah. Beberapa tahun sebelumnya ia pernah nazar bahwa jika ia diberi sepuluh orang putra, ia akan mengorbankan satu di antara mereka demi sebuah patung berhala. Sekarang, setelah diberi

v. Masa Qusayy Hingga Muhammad 

keberkahan dengan sejumlah putra seperti dikehendaki, 'Abdul-Mutallib berupaya memenuhi janjinya dengan meminta pendapat Azlam42 agar memilih siapa di antara mereka yang hendak dikorbankan. Nama anak termuda (yang paling digemari), 'Abdullah, ternyata itu yang muncul. Pengorbanan ke­munisaan dianggap suatu yang tidak disenangi di kalangan orang Quraish, maka ia mengontak juru sihir yang, menurut ramalan, 'Abdullah akan ditukar dengan seekor unta. Azlam kembali dihubungi, dan nilai nyawa anak muda itu ditaksir dengan harga seratus unta.

Karena luapan kegembiraan melihat peristiwa tersebut 'Abdul-Muttalib membawa putranya, 'Abdullah, ke Madinah untuk mengunjungi beberapa kerabatnya. Di sanalah `Abdullah mengawini Amina, sepupu perempuan Wuhaib yang merupakan tuan rumah dan memiliki asal usul keturunan kabilah (saudara laki-laki Qusayy mendirikan kabilah bani Zuhra dari suku Wuhaib). 'Abdullah menikmati kedamaian dalam keluarga beberapa lama sebelum memulai misi perdagangan ke Syria. Malangnya sepanjang perjalanan jatuh sakit. la kembali ke Madinah dan meninggal dunia di saat Amina mulai kehamilan Muhammad.

vi. Kondisi Keagamaan di Jazirah Arabia

Menjelang masa kenabian Muhammad, Jazirah Arab tidak merasa akrab melihat semua bentuk reformasi keagamaan. Sejak berabad-abad penyem­bahan patung berhala tetap tak terusik, baik pada masa kehadiran permukiman kaum Yahudi maupun upaya-upaya Kristenisasi yang muncul dari Syria dan Mesir. William Muir, dalam bukunya, The Life of Mahomet, beralasan bahwa kehadiran kaum Yahudi atau keberadaan mereka membantu menetralisasi tersebarnya ajaran Injil melalui dua tahap. Pertama, dengan memperkuat diri sendiri di sebelah utara perbatasan Arab, dan untuk itu, mereka membuat penghalang, barrier, antara ekspansi Kristen ke utara dan penghuni kaum berhala di sebelah selatan. Kedua, para penyembah berhala bangsa Arab telah melakukan kompromi dengan agama Yahudi dalam memasukkan cerita legendaris guna menghabisi permintaan aneh-aneh agama Kristen.43 Saya tak dapat menerima teori pendapat ini sama sekali. Menurut pengakuan bangsa Arab, sebenarnya, sisa-sisa keagamaan monoteistik Nabi Ibrahim dan Isma'il yang telah diubah oleh khurafat dan kebodohan. Cerita yang biasanya dimiliki oleh kaum Yahudi dan orang Arab umumnya merupakan hasil keturunan nenek moyang bersama.

Ajaran Kristen abad ke-7 itu sendiri tenggelam dalatn perubahan dan mitos palsu dan terperangkap dalam stagnasi secara total. Dulunya Bangsa Arab yang mengikuti agama Kristen bukan disebabkan oleh sikap persuasif melainkan akibat kekejaman kekuasaan politik.44 Tak ada kekuatan yang dapat melumpuhkan para penyembah berhala bangsa Arab di mana kemusyrikan mencengkeram begitu kuatnya. Lima abad lamanya upaya Kristenisasi mem­buahkan hasil nihil. Perpindahan terhadap agama Kristen hanya terbatas pada ban! Harith dari Najran, bani Hanifa dari Yamama, dan beberapa bani Tayy di Tayma'.45 Dalam masa lima abad, sejarah tidak mencatat adanya satu insiden apa pun yang menyangkut sikap penyiksaan para misionaris Kristen. Di sini sarigat berbeda dari nasib yang dialami oleh pengikut Muhammad sejak awal pertama di Mekah di mana kristenisasi dipandang sebagai suatu hal yang menyusahkan dan mendapat sikap toleran, sebaliknya Islam dianggap sebagai suatu yang membahayakan terhadap institusi keberhalaan bangsa Arab.

Sejarah Awal Agama Yahudi Selayang Pandang

Israel telah ada dalam pikiran Tuhan sebelum penciptaan alam (Gen. R. 1.4) yang mana diciptakannya langit dan bumi hanyalah karena ke­unggulan Israel. Sebagaimana alam tak mungkin wujud tanpa angin, hal itu pun tak mungkin wujud tanpa Israel. 1

Cara terbaik mengkaji Kitab suci adalah melakukannya secara kronologis, mulai dengan sejarah keagamaan dan politik agama Yahudi. Catatan­catatan tradisional Yahudi mungkin bisa membuat seseorang terperangah dan .shock, karena tradisi mereka ternyata penuh dengan praktik-praktik penyem­hahan berhala, paganisme, dan seringnya pengingkaran terhadap keesaan Tuhan. Tujuan utama saya di sini ingin menunjukkan bahwa para pemeluk awal agama Yahudi tidak suka mengikuti Nabi Musa atau risalahnya. Banyak cerita-cerita tradisional yang menggambarkan pendapat-pendapat orang-orang Yahudi awal yang tak senang terhadap nabi-nabi mereka dan mengungkapkan konsepsi­konsepsi yang memprihatinkan tentang Tuhan, dan setelah memaparkan beberapa di antaranya, saya akan beranjak ke sejarah raja-raja Israel dan Yehuda dan kehidupan mereka yang penuh dengan penyembahan berhala. Hal ini akan memberikan satu sketsa kepada pembaca tentang suasana tempat Perjanjian lama (PL) telah menjadi korban selama berabad-abad dan pada akhirnya telah mengurangi harapan kemungkinan terpelihara secara meyakinkan.2

1. Sejarah Yahudi Sebelum Berdirinya Kerajaan

Lahirnya Ishmael dan Isaac, anak-anak Abram (Abraham)

1.      Sarai, Istri Abram,3 belum juga mendapat anak. Tetapi ia mempunyai seorang hamba dari Mesir, seorang gadis bernama Hagar.

2.      Sarai berkata kepada Abram, "Ketahuilah sekarang, Tuhan tidak me­mungkinkan saya melahirkan anak. Sebab itu, sebaiknya engkau tidur dengan hamba saya ini. Barangkali dia dapat melahirkan anak untuk saya." Abraham mau mendengar apa yang dikatakan oleh Sarai.

3.     Dan Sarai, istri Abram, menghadiahkan Hagar (pembantu dari Mesir) pada suaminya, setelah ia menetap sepuluh tahun di bumi Kanaan, untuk dijadikan sebagai istri selir.

15 Lalu Hagar melahirkan anak laki-laki, dan Abram ayahnya, menamakan anak yang dilahirkan Hagar dengan sebutan Ishmael.4

15 Kemudian Tuhan berkata kepada Abraham, "Engkau jangan lagi memanggil istrimu Sarai; mulai sekarang namanya Sarah.

16 Aku akan memberkatinya dan ia akan melahirkan seorang anak laki­laki yang akan Kuberikan kepadamu. Ya, Aku akan memberkati Sarah. dan ia akan menjadi ibu leluhur bangsa-bangsa. Di antara keturunannya akan ada raja-raja."

17 Lalu sujudlah Abraham, tetapi ia tertawa ketika berpikir, "Mana mungkin seorang laki-laki yang sudah berumur seratus tahun mendapat anak? Mana mungkin Sara melahirkan pada usia sembilan puluh tahun?"
18 Lalu berkatalah ia kepada Tuhan, "Sebaiknya Ismael saja yang menjadi ahli waris saya."

19 Tetapi Tuhan berkata, Tidak. Sarah istrimu akan melahirkan anak laki­laki dan engkau akan menamakannya Isaac. Aku akan setia kepada perjanjian-Ku dengan anak itu dan dengan keturunannya selama-lamanya.5

Isaac tiba-tiba menjadi satu-satunya anak yang sah bagi Abraham

Josephus, seorang sejarawan Yahudi abad pertama menulis tentang, "Isaac, satu-satunya anak laki-laki sah Abraham," dan setelah itu ia segera menjelaskan, "Sekarang Abraham sangat mencintai Isaac, karena menjadi satu­satunya anaknya yang sah, dan diberikan kepadanya pada batas usia tua, berkat karunia Tuhan."6 Apakah Josephus menurunkan derajat Ishmael pada status anak tak sah, pada hal Kitab Kejadian 16:3 menegaskan bahwa Sarah telah memberikan Hagar kepada suaminya "untuk menjadi istrinya"? Dia tetap me­negaskan Isaac sebagai satu-satunya anak yang sah, meskipun baru saja me­maparkan tentang Ismail secara panjang lebar pada tiga halaman sebelumnya.

Dari anak-anak Isaac dan seterusnya, PL (Perjanjian Lama) memaparkan kebohongan yang menjadi jadi yang dilakukan oleh para nenek-moyang bangsa yang dipilih oleh Tuhan (God's chosen people) sendiri, yang mana dengan mereka itu Dia secara pribadi membuat sebuah perjanjian. Kisah-kisah kebohongan pada semua tahapan ini, yang terpelihara di dalam Kitab-kitab suci, hanyalah akan mengikis kepercayaan pembaca terhadap tokoh-tokoh Biblikal dan terhadap keseriusan dan kesetiaan mereka mengikuti perintah­perintah Tuhan.

Yakub menipu ayahnya

Setelah bertahun-tahun tanpa anak, Rebekah (istri Isaac) melahirkan dua anak kembar laki-laki. Esau adalah yang lahir dahulu dan dikasihi oleh ayahnya, sementara Rebekah selalu memihak Yakub. Pada suatu hari Esau kembali dari berburu dalam keadaan lemah-lunglai karena kelaparan, dan meminta Yakub sedikit sup kacang merah, tapi ia menolak memberikannya, kecuali setelah Esau menyerahkan hak-haknya sebagai anak yang lahir pertama kepada Yakub.7 Pada suatu kesempatan berikutnya, Rebekah dan Yakub bersekongkol menipu Isaac melalui tipu muslihat yang tersusun rapi dengan menggunakan bulu palsu: sehingga secara keliru Isaac telah memberikan berkat kepada Yakub (yang sebetulnya adalah haknya Esau) seraya berucap, "Semoga bangsa­bangsa menjadi hambamu, dan suku-suku bangsa takluk kepadamu. Semoga engkau menguasai semua sanak saudaramu."8

Ayah mertua menipu menantu

Karena takut acaman balas dendam Esau-akibat berkatnya yang tercuri­Rebekah mengungsikan Yakub ke rumah saudara laki-lakinya, Laban, di Haran, barangkali dia mau mengawini anak perempuan Laban. Oleh karena itu, dia menempuh perjalanan menuju Haran dan, karena terpikat dengan anak perempuan ini, si cantik Rachel,9 dia tergila-gila ingin segera mengawininya tapi dia pertama-tama diminta untuk bekerja pada ayahnya selama tujuh tahun sebelum impian perkawinannya tercapai. Tujuh tahun kemudian dia benar­benar kawin, tapi setelah menghabiskan malam perkawinan dengan pengantinnya dalam keadaan yang gelap, dia begitu shock ketika mendapatkan pagi harinya bahwa ayah mertuanya telah mengganti Rachel dengan saudara perempuannya, Leah, yang tak begitu menarik.

Perkawinannya dengan Rachel kemudian dilangsungkan seminggu kemudian, akan tetapi hanya diperbolehkan setelah dia menjalani bekerja kepada Laban selama tujuh tahun lagi. Ketika Yakub akhirnya meninggalkan Haran, dia disertai dua orang istri, dua orang gundik, sebelas orang anak laki-laki, dan seorang anak perempuan.10 Ketika meninggalkan rumah Laban, Rachel mencuri tuhan-tuhan sesembahan keluarga ayahnya, sehingga Laban berusaha untuk menangkapnya dan memeriksa kemah-kemah secara kasar; tapi Rachel dengan sigap telah menyembunyikan tuhan-tuhan tersebut di dalam kantong pelana yang ia duduki atasnya, dan usaha ini pun sia-sia.11 Dengan demikian, garis keturunan yang istimewa ini, meskipun senantiasa berada dalam Perjanjian Tuhan, ternyata begitu luar biasa mengelu-elukan tuhan-tuhan sesembahan keluarga mereka.

Yakub bergulat dengan Tuhan

24 Tetapi la tinggal seorang diri. Maka datanglah seorang laki-laki bergumul dengan Yakub sampai menjelang pagi.

25 Ketika orang itu merasa bahwa la tidak akan menang dalam pergumulan itu, dipukulnya Yakub pada pinggulnya, sampai sendi pinggul itu terkilir.

26 Lalu kata orang itu, "Lepaskan aku; sebentar lagi matahari terbit." jawab Yakub, "saya tidak akan melepaskan Tuan, kecuali jika Tuan memberkati saya."

27 "Siapa namamu?" tanya orang itu. "Yakub," jawabnya.

28 Orang itu berkata, "Namamu bukan Yakub lagi. Engkau telah bergumul dengan Tuhan dan dengan manusia, dan engkau menang; karena itu namamu menjadi Israel. "12

Bagi seseorang dari luar tradisi Judeo-Kristen, ide tentang seorang manusia secara fisik menyerang Tuhan sampai hari terang benderang (dan menang) adalah tidak bisa dibayangkan, jika tidak sesuatu yang profan.

Keluarga Yakub

Yakub mempunyai dua orang istri,

a. Leah, yang melahirkan  1. Ruben, 2. Simeon, 3. Levi, 4. Yehuda, 5. Issachar, 6. Zebulun

b. Rachel, yang melahirkan 1. Yusuf, dan 2. Benjamin.
Dia juga punya dua orang gundik,
a. Bilhah, hamba Rachel, yang melahirkan  1. Dan, dan 2. Naphtali.
b. Zilpah, hamba Leah, yang melahirkan 1. Gad, dan 2. Asher

Dengan demikian "Yakub mempunyai dua belas orang anak laki-laki."13 Masa paceklik sangat parah yang melanda Yakub ketika usia senja merupakan pendorong baginya untuk hijrah ke Mesir;14 di mana anak laki-lakinya, Yusuf, pada waktu itu telah menduduki jabatan Gubernur Mesir, dan mengundang orang tuanya dan saudara-saudaranya untuk bergabung dengannya karena tanah Mesir masih cukup tersedia bahan makanan. 15 "Keturunan Yakub yang pergi ke Mesir semuanya berjumlah enam puluh enam orang, tidak termasuk menantu-menantunya. Anak-anak Yusuf yang lahir di Mesir ada dua orang, sehingga keluarga Yakub yang tiba di Mesir seluruhnya berjumlah tujuh puluh orang."16 Ini termasuk semua anak-anaknya dan cucu-cucunya dari kedua orang istrinya dan kedua orang gundiknya.

Musa

Kakek Musa, Kohath, telah tiba di Mesir dari tanah Kanaan bersama­sama dengan kakeknya, Yakub,17 dengan begitu satu-satunya orang dalam garis keturunan ini yang lahir di Mesir adalah ayah Musa, Amram.18 Meskipun dilahirkan di sana Musa meninggalkannya lebih dari empat puluh tahun sebelum dia meninggal dunia, maka masa anak-cucu Yakub tinggal di Mesir hanya selama 215 tahun.19 Hidup sebagai orang-orang merdeka, di sana keluarga Yakub menikmati kesejahteraan yang luar biasa dan jumlah mereka pun bertambah begitu cepat, tapi hat ini membangkitkan kecemburuan yang sangat besar di kalangan masyarakat Mesir dan akhirnya menyulut mereka untuk memperbudak bangsa Israel; dalam masa delapan puluh tahun sebelum peristiwa eksodus (keluar dari Mesir), seluruh anak bayi laki-laki mereka dibunuh atas perintah Fir'aun.20

Meskipun terselamatkan oleh kasih sayang Tuhan pada masa bayinya, Musa terpaksa melarikan diri pada usia dewasa karena membunuh seorang Mesir, dan karena raja dan militer iri atas kesuksesannya dalam kampanye Ethiopia. Dia Pergi ke Madyan kemudian berkeluarga dan menetap di sana sampai saat diutus oleh Tuhan untuk menjadi rasul-Nya, untuk kembali ke tempat kelahirannya dan membebaskan bangsa Israel dari perbudakan. 21

Tuhan sarankan bangsa Israel mencuri perhiasan perhiasan tetangga mereka

Setelah gagal total membujuk-rayu Fir'aun agar melepas bangsa Israel, Musa clan Harun kemudian menyaksikan serentetan bencana clan wabah yang memorak-porandakan Mesir. "Tuhan berkata kepada Musa, "Aku akan menjatuhkan satu bencana lagi atas raja Mesir dan rakyatnya. Sesudah itu, ia akan melepas kamu pergi. Bahkan kamu semua akan diusir dari sini. Sebab ittt bicaralah dengan bangsa Israel; suruhlah mereka minta perhiasan emas dan perak dari tetangga mereka."22

Dalam hal ini bangsa Israel menaati Musa, mencari barang-barang emas, perak, dan barang-barang lain yang berharga dari para tetangga Mesir mereka. Tuhan melunakkan hati bangsa Mesir hingga memberikan apa saja yang diinginkan bangsa Israel. "Dengan cara ini mereka membawa kabur kekayaan orang-orang Mesir sewaktu mereka meninggalkan Mesir."23 Sepenggal ayat ini, yang mana Tuhan melegitimasi pengambilan emas dan perak milik orang Mesir oleh bangsa Israel, mengimplikasikan bahwa semua barang-barang berharga adalah harta milik yang sah bagi bangsa-Nya yang terpilih (Israel) saja. Pada kenyataannya, Kitab Ulangan (Deuteronomy) 33:2, mengindikasikan bahwa Yang Mahabesar telah menawarkan Taurat kepada bangsa-bangsa non-Yahudi (Gentile nations) juga, tapi karena mereka menampik, maka Dia menarik kembali perlindungan hukum-Nya dari mereka, dan mentransfer hak­hak kekayaan mereka kepada Israel, yang melaksanakan Hukum-Nya. Sepenggal ayat dalam Kitab Habakuk dianggap menguatkan klaim ini.24

Bilangan warga Israel pada waktu Eksodus diperkirakan 2,000,000 (dua juta)

Setahun setelah Eksodus (keluar dari Mesir), Musa clan Harun meng­hitung jumlah orang laki-laki yang berusia 20 tahun ke atas dan jumlah ke­kuatan perang. Jumlah mereka didapati 603,550 warga Israel.25 Suku Levi tidak termasuk dalam bilangan angka ini, begitu juga kaum perempuan segala usia, kaum laki-laki tua, dan kalangan anak muda di bawah usia 20 tahun. Dengan memasukkan kelompok-kelompok ini ke dalam penghitungan, kita dapat menyimpulkan bahwa-menurut PL-jumlah bilangan orang yang ikut dalam Eksodus barangkali melebihi dua juta orang Yahudi. Saya ingin menyerahkannya kepada pembaca yang punya daya imajinasi kuat untuk menduga bagaimana sebuah suku yang terdiri dari tujuh puluh orang, baru tiba di Mesir, bisa berlipat ganda menjadi dua juta jiwa hanya dalam masa 215 tahun, terutama ketika bayi-bayi laki-laki mereka dibunuh secara sistematis selama delapan dekade sebelumnya. Seperti inilah keadaan PL yang ada di tangan kita sekarang.

Lempengan-lempengan batu dan anak sapi emas

Musa naik ke gunung dan berdoa di sana selama empat puluh hari. "Pada akhir masa itu Tuhan memberinya dua lembaran perjanjian, lembaran batu, yang ditulis dengan jari Tuhan."26

Waktu bangsa Israel melihat bahwa Musa lama sekali tidak turun dari gunung, tetapi masih di sana juga, mereka mengerumuni Harun dan berkata kepadanya, "Kita tidak tahu apa yang terjadi dengan Musa, orang yang telah membawa kita keluar dari Mesir; jadi buatlah untuk ilah (gods) yang akan memimpin kami."

Lalu Harun berkata kepada mereka, "Lepaskanlah anting-anting emas yang dipakai istri-istri dan anak-anakmu, dan bawalah kepadaku."

Harun mengambil anting-anting itu, lalu dileburnya dan dituangkannya ke dalam sebuah cetakan dan dibuatnya sebuah patung sapi. Bangsa itu berkata, "Hai Israel, inilah ilah (gods) kita yang mengantar kita keluar dari Mesir!"

Besoknya pagi-pagi sekali, orang-orang Israel membawa beberapa ekor ternak untuk kurban bakaran, dan beberapa ekor lagi untuk kurban perdamaian. Mereka duduk makan clan minum, lalu bangkit untuk bersenang-senang.27

Inilah dongeng klasik tentang ketidaksyukuran bangsa Israel kepada Tuhan, yang baru saja mengakhiri keadaan keterpurukan mereka dan membelah laut untuk pelarian mereka. Pada saat ingin menghukum mereka atas ketidak­patuhan mereka, akhirnya Dia "bertobat dan tidak jadi melaksanakan ancaman­Nya untuk menimpa bangsa itu dengan malapetaka."28 Ide tentang Tuhan bertobat (repenting), seperti layaknya orang berdosa, juga merupakan gambaran lain dari PL yang sangat tak terbayangkan oleh akal sehat.

Pengembaraan dalam hutan belantara

Dalam keasingan orang-orang Yahudi sangat sering mencoba melempari Musa dengan batu. Pada saat yang sama kecemburuan Harun dan Mariam tentang saudara laki-laki mereka mulai memuncak, menyebabkan mereka angkat suara menentangnya.

Tuhan marah atas serangan ini, dan Mariam diserang penyakit lepra Musa kemudian berdoa agar dia (Mariam) diampuni, dan dia sembull setelah tujuh hari pengasingan di padang pasir di luar perkemahan. Cukup aneh Harun tidak dihukum -barangkali karena peran dia sebagai pendeta.29

Imam Korah juga menghasut suatu pemberontakan dan angkat suara "menentang Musa dan Harun, bersama-sama dengan Datan, Abiram dan dull ratus lima puluh orang pemimpin."30

Menjelang akhir pengembaraan Musa mengumpulkan kerumunan dekat perbatasan Yordania dan menyampaikan pernyataan yang terperinci, memberikan mereka seperangkat undang-undang dan konstitusi pemerintahan.31

Musa memerintahkan kepada para pendeta dan pemimpin ini: Setiap tahun bangsa Israel harus datang bersama-sama untuk merayakan pesta Pondok Daun di tempat Tuhan pilihan untuk disembah. Engkau harus membacakan undang-undang dan ajaran-ajaran ini kepada orang-orang diperayaan pada setiap tahun ketujuh, yaitu tahun penghapusan utang. Setiap orang harus hadir-laki-laki, perempuan, anak-anak, dan bahkan orang-orang asing yang tinggal di kota-kotamu. Dan setiap generasi baru akan mendengarkan dan belajar untuk menyembah Tuhan mereka dengan takut dan menggigil dan untuk melakukan apa-apa yang disebut dalam hukum Tuhan dengan tepat.32

Tidak terdapat bukti bahwa praktik pembacaan undang-undang pada setiap tahun ketujuh ini benar-benar terjadi, sebagian dikarenakan kacaunya situasi politik yang segera melanda bangsa Israel.33 Juga, sebagaimana yang akan kita lihat dalam bab berikut, semua kitab-kitab yang dinisbatkan kepada Musa sejatinya ditulis beratus-ratus tahun kemudian.

Hanya sementara waktu saja dan setelah itu Musa wafat, begitu juga sebagian besar generasi yang kabur dari Mesir menyeberang laut empat dekade sebelumnya. Dengan Yosua mewarisi tampuk kepemimpinan, dia meneruskan perjalanan menuju tanah Kanaan dan memimpin mereka menyeberang Sungai Yordania untuk menguasai Jericho dan kota-kota lain. 34

Zaman para Hakim-Ark jatuh ke tangan musuh (±1200-1020 S.M.)

Para sesepuh Israel mendekritkan bahwa Ark35 harus dipindahkan dari tempel Shiloh, untuk mendukung pasukan tentara Israel dalam penyergapannya ke Palestina. Tetapi Ark sudah jatuh ke tangan musuh, dan segera disusul dengan sebagian besar kota-kota Israel, termasuk kuil Shiloh yang juga porak­poranda.36

Terjemahan Kitab Majmu'atul Al-Maulid Karya Syaikh Al-Barzanji Bagian ke empat

ثم عرض نفسه علي القبائل بأنه رسول الله في الايم الموسمية * فأمن به ستة من الانصار اختصهم الله برضاه * وحج منهم في القابل اثنا عشر رجلا وبايعوه بيعة حقية * ثم انصرفوا فظهر الاسلام بالمدينة فكانت معقله ومأواه * وقدم عليه في العام الثالث سبعون أو وثلاثة او خمسة وامرأتان من القبائل الاوسية والخزرجية * فبايعوه وأمر عليهم اثني عشر نقيبا جحاجحة سراه * فهاجر إليهم من مكة ذو الملة الاسلامية * وفارقوا الاوطان رغبة في ما أعد لمن هجر الكفر و نأه * وخافت قريش ان يلحق صلي الله عليه وسلم به علي الفورية * فأتمروا بقتله فحفظه الله تعالي من كيدهم ونجاه * وأذن له صلي الله عليه وسلم في الهجرة فركبه المشركون ليوردوه بزعمهم حياض المنية * فخرج عليهم ونثر علي رؤسهم التراب وحثاه * وأم غار ثور وفاز الصديق فيه بالمعية * وأقام فيه ثلاثا تحمي الحمائم والعناكب حماه * ثم خرج منه ليلة الاثنين وهو صلي الله عليه وسلم علي خير مطية * وتعرض له سراقة فابتهل فيه الي الله ودعاه * فساخت قوائم يعبوبه في الارض اللبة القوية * وسأله الامان فمنحه اياه *

Kemudian beiau menunjukkan kepada beberapa suku di saat ada acara peribadatan haji bahwa dirinya adalah utusan Alloh Ta’ala. Lalu dari kelompok Anshor ada enam orang yang beriman padanya, yaitu orang-orang yang mendapatkan kekhususan ridlo dari-Nya. Dan di tahun kemudian dari kelompok Anshor juga ada yang pergi haji dan kemudian membai’atnya (masuk Islam) dengan sungguh-sungguh. Maka dari kepulangan mereka, Islam mulai ramai di Madinah hingga kota ini menjadi tempat singgah Islam. Kemudian pada tahun ketiga datang juga tujuh puluh tiga (ada yang mengatakan tujuh puluh lima orang) dan dua wanita dari suku Aus dan Khozroj. Dan dari jumlah tersebut, semuanya membai’atnya dan beliau memberikan mandat kepada dua belas orang yang memiliki jiwa ketokohan untuk memimpin mereka. Kemudian mereka inilah yang menjadi tempat orang-orang Muslim Makkah yang berhijrah demi meraih pahala yang di siapkan bagi orang-orang yang sudi meninggalkan kekufuran.
Lalu orang-orang Quroisy merasa hawatir jika Nabi SAW menyusul mereka dengan cepat. Maka mereka berembug untuk membunuhnya, namun Alloh Ta’ala tetap menjaganya dari tipu daya mereka. Dan beliau mendapat ijin untuk berhijrah, maka mereka pun menjeratnya dan ingin menjatuhkannya di lembah kematian. Lalu beliau keluar menghadapi mereka dan menebarkan debu di ats kepala mereka, dan beliau beristirahat di goa Tsaur dengan di sertai sahabat Abu Bakr R.A dan hal ini merupakan suatu keberuntungan baginya. Di dalam goa tersebut beliau berdiam selama tiga hari dengan di jaga oleh burung merpati dan laba-laba pada daerah sekitar goa. Kemudian beliau keluar dari goa pada malam Senin dengan mengendarai kendaraan yang sangat bagus. Dan di tengah perjalanan, beliau di kejar oleh Suroqoh, maka dengan hati yang sangat tulus dan rendah beliau berdoa pada Alloh Ta’ala. Lalu kaki kuda yang ia tumpangi masuk ke dalam tanah yang keras, tapi setelah ia meminta keamanan dari beliau, beliau tetap memberikan keamanan.


ومر صلي الله عليه وسلم بقديد علي أم معبد الخزاعية * وأراد ابتياع لحم او لبن منها فلم يكن خباؤها لشيئ من ذلك قد حواه * فنظر إلي شاة في لبيت قد خلفها الجهد عن الرعية * فاستأذنها في حلبها فأذنت وقالت لو كان بها حلب لأصبناه * فمسح الضرع منها ودعا الله مولاه ووليه * فدرت فحلب وسقي كلا من القوم وأرواه * ثم حلب وملأ الإناء وغادره لديها أية جلية * فجاء أبو معبد ورأي اللبن فذهب به العجب إلي أقصاه * وقال أني لك هذا ولا حلوب باليت تبض بقطرة لبنية * فقالت مر بنا رجل مبارك كذا وكذا جثمانه ومعناه * فقال هذا صاحب قريش وأقسم بكل ألية * بأنه لو رأه لآمن به واتبعه وداناه * وقدم صلي الله عليه وسلم المدينة يوم الإثنين ثاني عشر شهر ربيع الأول وأشرقت به أرجاؤها الزكية * وتلقاه الأنصار ونزل بقباء وأسس مسجدها علي تقواه *

Di perjalanan hijrah, beliau melewati daerah Qudaid dan singgah di rumah Ummi Ma’bad Al-khuza’iyyah. Di situ beliau hendak membeli daging atau susu, namun di dalam bejana-bejana yang di miliki Ummi Ma’bad sama sekali tidak ada isinya. Lalu beliau melihat kambing yang ada di rumah yang sedang dalam keadaan sangat lemah dan tidak bisa di gembala. Lalu beliau minta ijin padanya untuk memperahnya dan tuah rumah pun mengijinkan seraya berkata, “Seandainya ada air susunya, sudah barang tentu kami bisa mendapatkannya.” Kemudian Nabi memegang susu kambing tersebut sambil berdoa pada Alloh, Tuhan yang mengasihi dan menolongnya. Maka kontan air susu kambing menjadi deras dan bahkan bisa mencukupi rombongan yang menyertai Nabi. Nabi Saw juga mengulangi memperahnya dan meletakkan di bejana yang ada di situ dan meninggalkannya sebagai tanda yang sangat jelas.
Kemudian setelah itu, sang suami yaitu Abu Ma’bad datang dan melihat air susu yang melimpah hingga ia di buatnya sangat heran. Ia bertanya, “Bagaimana ini, padahal di dalam rumah tidak ada kambing yang bisa mengeluarkan air susu setetespun?.” Sang istri menjawab, “Tadi ada laki-laki yang penuh berkah bercirikan begini dan begitu mampir ke sini.” Sang suami menambahkan, “O, itu seseorang dari Quroisy!!.” Bahkan ia bersumpah, “Seandainya ia melihatnya, niscaya ia akan mendekat padanya, mengikuti, dan beriman padanya.”
Kemudian Nabi SAW sampai di Madinah pada hari Senin tanggal dua belas Robi’ul Awwal. Dan sebab kedatangan beliau ini,kota Madinah menjadi cerah dan bersih. Dan saat beliau datang, beliau di jemput para sahabat Ansor, dan beliau singgah di Qoba’ dan mendirikan masjid di sana dengan pondasi taqwa.


وكان صلي الله عليه وسلم أكمل الناس خلقا وخلقا ذا ذات وصفات سنية * مربوع القامة أبيض اللون مشربا بحمرة واسع العينين أكحلهما أهدب الأشفار قد منح الزجج حاجباه * مفلج الاسنان واسع الفم حسنه واسع الجبين ذا جبهة هلالية * سهل الخدين يري في أنفه بعض احديداب حسن العرنين اقناه * بعيد ما بين المنكبين سبط الكفين ضخم الكراديس قليل لحم العقب كث اللحية عظيم الرأس شعره الي الشحمة الاذنية * وبين كتفيه خاتم النبوة قد عمه النور وعلاه * وعرقه كاللؤلؤ وعرفه اطيب من النفحات المسكية * ويتكفؤ في مشيته كأنما ينحط من صبب ارتقاه * وكان يصافح المصافح بيده الشريفة فيجد منها سائر اليوم رائحة عبهرية * ويضعها علي رأس الصبي فيعرف مسه من بين الصبية ويدراه * يتلألؤ وجهه الشريف تلألؤ القمر في الليلة البدرية * يقول ناعته لم أر قبله ولا بعده بشر يراه *

Adalah Nabi SAW orang yang paling sempurna tubuh dan budinya, berpribadi dan budi yang luhur. Beliau sedang ketinggian badannya, putih kemerah-merahan, luas dan bercelak kedua matanya, tebal serta melengkung kedua alisnya, runcing gigi-giginya, luas dan indah mulutnya, luas keningnya, dengan dahi yang bersinar, rata kedua pipinya, pada hidungnya ada sedikit, berjauhan jarak kedua punggungnya, luas kedua tapak tanganya, sedikit , sedikit daging tungkanya, tebal jenggotnya, dengan rambut yang menggapai daun telinga. Di antara kedua punggungnya ada cap kenabian dengan sinar yang menyelubunginya. Keringat beliau seperti kilauan mutiara, keringatnya berbau harum melebihi keharuman misik. Ketika berjalan seakan turun dari dataran tinggi. Jika ada orang yang bersalaman dengan tangan beliau yang mulya, maka ia akan mendapatkan keharuman tangannya berhari-hari. Dan jika seandainya beliau memegang salah kepala salah satu anak kecil, maka anak tersebut akan di ketahui bahwa anak tersebut pernah di pegang oleh Nabi SAW dari antara sekian banyak anak karena baunya yang wangi. Wajah beliau berkilau bagai bulan purnama, sampai orang yang pernah melihatnya akan menerangkan sifat-sifatnya dengan uapannya, “Aku tidak pernah melihat sebelumnya seorang pun dan tidak akan bakal ada orang yang melihat orang yang seperti beliau.

وكان صلي الله عليه وسلم شديد الحياء والتواضع يخصف نعله ويرقع ثوبه ويحلب شاته ويسير في خدمة أهله بسيرة سرية * ويحب الفقراء والمساكين ويجلس معهم ويعود مرضاهم ويشيع جنائزهم ولا يحقر فقيرا أدقعه الفقر وأشواه * ويقبل المعذرة ولايقابل أحدا بما يكره ويمشي مع الارملة وذوي العبودية * ولا يهاب الملوك ويغضب لله تعالي ويرضي لرضاه * ويمشي خلف أصحابه ويقول خلوا ظهري للملائكة الروحانية * ويركب البعير والفرس والبغلة وحمارا بعض الملوك إليه أهداه * ويعصب علي بطنه الحجر من الجوع وقد أوتي مفاتيح الخزائن الأرضية * وراودته الجبال بأن تكون له ذهبا فأباه * وكان صلي الله عليه وسلم يقل اللغو ويبدؤ من لقيه بالسلام ويطيل الصلاة ويقصر الخطب الجمعية * ويتألف اهل الشرف ويكرم اهل الفضل ويمزح ولايقول إلا حقا يحبه الله تعالي ويرضاه * وههنا وقف بنا جواد المقال عن الطراد في الحلبة البيانية * وبلغ ظاعن الاملاء في فدافد الإيضاح منتهاه *

Dan adalah Nabi SAW sangat pemalu dan tawadlu’, beliau menjahit sandalnya, menambal bajunya, memperah kambingnya dan melayani keluarganya dengan dirinya.  Beliau mencintai orang-orang faqir miskin, duduk bersama mereka, membesuk mereka yang sedang sakit,  mengiring jenazah mereka, dan tidak pernah menghina orang faqir yang terbakar oleh kefakirannya.  Beliau mengampuni orang lain, tidak menghadapi seseorang dengan sesuatu yang ia benci, dan berjalan dengan para janda dan budak. Beliau sama sekali tidak takut pada raja dan marah karena Alloh dan ridlo karena di situ ada ridlo Alloh. Beliau berjalan di belakang para Sahabatnya dan berkata pada merteka, “Biarkan di belakangku ada para Malaikat yang halus!.” Beliau berkendara onta, kuda, bighol, dan himar (keledai) yang di hadiahkan oleh sebagian raja pada beliau. Beliau membalutkan batu pada perutnya karena saking laparnya, padahal beliau telah di beri kunci- kunci ekonomi dunia. Pernah pada suatu saat, gunung-gunung menawarkan padanya untuk berubah menjadi emas, namun beliau menolaknya.
Dan adalah Nabi SAW sangat sedikit sekali berbuat yang tidak berguna. Beliau jika bertemu seseorang, maka beliau-lah yang memulai memberikan salam. Dan jika solat, beliau melakukannya agak lama. Sedangkan jika berhitbah, maka beliau mempercepatnya. Kepada orang-orang memiliki kemulyaan, beliau bergaul dengan santai dan kalem. Beliau memulyakan orang-orang mulya. Beliau juga bergurau, namun tidak berucap kecuali dengan ucapan yang benar yang di cintai dan di ridloi oleh Alloh.
Di sini, keterangan-keterangan yang mirip dengan kuda yang indah telah berhenti dari perjalanannya di medan penjelasan. Dan imla’ yang berangkat sudah sampai garis finishnya.
 
اللهم يا باسط اليدين بالعطية * يا من اذا رفعت اليه أكف العبد كفاه * يا من تنزه في ذاته وصفاته الاحدية * عن ان يكون له فيها نظائر واشباه * يا من تفرد بالبقاء والقدم والازلية * يا من لا يرجي غيره ولا يعول علي سواه * يا من استند الأنام إلي قدرته القيومية * وأرشد بفضله من استشده واستهداه * نسألك اللهم بأنوارك القدسية * التي أزاحت من ظلمات الشك دجاه * ونتوسل إليك بشرف الذات المحمدية * وبأله كواكب أمن البرية وسفينة السلامة والنجاة * وبأصحابه أولي الهداية والأفضلية * الذين بذلوا نفوسهم لله يبتغون فضلا من الله * وبحملة شريعته أولي المناقب والخصوصية * الذين استبشروا بنعمة وفضل من الله * أن توفقنا في الأقوال والأعمال لإخلاص النية * وتنجح لكل من الحاضرين والغائبين مطلبه ومناه * وتخلصنا من أسر الشهوات والأدواء القلبية * وتحقق لنا من الآمال ما بك ظنناه * وتكفينا كل مدلهمة وبلية * ولا تجعلنا ممن أهواه هواه * وتدني لنا من حسن اليقين قطوفا دانية جنية *وتمحو عنا كل ذنب جنيناه * وتستر لكل منا عيبه وعجزه وحصره وعيه * وتسهل لنا من صالح الاعمال ما عز ذراه * وتعم جمعنا هذا من خزائن منحك السنية * برحمة ومغفرة وتديم عمن سواك غناه * اللهم إنك جعلت لكل سائل مقاما ومزية * ولكل راج ما أمله فيك ورجاه * وقد سألناك راجين مواهبك اللدنية * فحقق لنا ما منك رجوناه * اللهم أمن الروعات وأصلح الرعاة والرعية * وأعظم الأجر لمن جعل هذا الخير في هذا اليوم وأجراه * اللهم اجعل هذه البلدة وسائر بلاد الإسلام أمنة رخية * واسقنا غيثا يعم انسياب سيبه السبسب ورباه * واغفر لناسج هذه البرود المحبرة المولدية * سيدنا جعفر من إلي البرزنجي نسبته ومنتماه * وحقق له الفوز بقربك والرجاء والأمنية * واجعل مع المقربين مقيله وسكناه * واستر له عيبه وعجزه وحصره وعيه * وكاتبها وقارئها ومن اصاغ اليها سمعه واصغاه * اللهم وصل وسلم علي اول قابل للتجلي من الحقيقة الكلية وعلي أله وصحبه ومن نصره ووالاه * ما شنفت الآذان من وصفه الدري بأقراط جوهرية * وتحلت صدور المحافل المنيفة بعقود حلاه * وأفضل الصلاة وأتم التسليم علي سيدنا ومولانا محمد خاتم الانبياء والمرسلين * وعلي أله وصحبه أجمعين * سبحان ربك رب العزة عما يصفون * وسلام علي المرسلين * والحمد لله رب العالمين *

Ya Alloh, wahai Tuhan yang membentangkan kedua tangan-Nya dengan pemberian. Wahai Tuhan yang bilamana kedua tapak tangan hamba di angkat kepada-Nya, maka Dia akan mencukupinya. Wahai Tuhan yang maha suci di dalam Dzat dan Sifat-Sifat-Nya dari kemiripan dari siapapun. Wahai Tuhan yang hanya Dia-lah di miliki sifat Qidam, Baqo’, dan Azali. Wahai Tuhan yang tiada harapan dan tumpuhan hati kecuali pada-Nya. Wahai Tuhan yang semua mahluk bersandar pada sifat Qdroh dan Qoyyumiyyah-Nya, dan menunjukkan pada orang yang minta petunjuk dengan anugerah-Nya. Kami minta pada-Mu dengan cahaya-Mu yang suci yang menghilangkan kegelapan keraguan. Dan kami membuat perantara kepada-Mu dengan kemulyaan Nabi Muhammad, para keluarganya yang menjadi bintang di dalam keamanan mahluk dan menjadi bahtera keselamatan, para Sahabatnya yang memiliki petunjuk dan kelebihan yang telah menyerahkan diri mereka pada Alloh dengan tujuan mencari anugera-Nya, dan para Ulama yang membawa Syariat yang memiliki sifat-sifat yang bagus dan kehususan, kami minta agar Egkau memberi pertolongan pada kami di dalam ucapan dan amal agar berniat dengan ikhlas, meluluskan tujuan setiap dari kami, baik yang hadir atau yang tidak, membersihkan kami dari kungkungan sahawat dan penyakit hati, merealisasikan pengharapan kami yang telah kami curahkan keyakinan kami pada-Mu, menjaga kami dari segala cobaan, janganlah jadikan kami orang yang di hancurkan oleh hawa nafsu, dekatkanlah pada kami keyakinan yang baik yang mirip dengan buah yang dekat dan siap di petik, hapuslah segala dosa yang telah kami lakukan, tutuplah setiap dari kami cacat, kelemahan, hususnya kelemahan di dalam berbicara kami, mudahkanlah kami untuk berbuat amal yang baik, agung dan tinggi, jadikanlah perkumpulan kami ini rata dengan ramat dan pengampunan dari gudang pemberian-Mu, jadikanlah kami selalu tidak bergantungan dengan selain Engkau.
Ya Alloh, sungguh Engkau menberikan tingkatan bagi setiap orang yang meminta pada-Mu dan memberikan pengharapan setiap orang yang mengharap dari-Mu. Sedangkan kami telah meminta-Mu dengan mengharap pemberian yang langsung dari-Mu. Maka nyatakanlah pengharapan tersebut. Ya Alloh, berilah kami aman dari segala ketakutan, jadikanlah kami rakyat dan penguasa yang baik. Besarkanlah pahala bagi orang yang melakukan kebaikan ini di hari ini. Ya Alloh, jadikanlah negeri ini dan negeri-negeri Islam aman dan swasembada. Berilah kami hujan yang rata di tanah yang datar dan tinggi. Ampunilah orang yang menata Burud Maulid ini, yaitu Sayyid Ja’far, orang yang sebangsa pada Albarzanjy. Jadikanlah tempat peristirahatannya bersama orang-orang yang dekat dari-Mu. Berilah kedekatan dan pengharapannya Tutuplahlah cacat, kelemahan dan khususnya di dalam berbicaranya. Begitu pula orang yang menulis, membaca, dan orang yang mendengarkannya. Berilah Solawat-Mu pada orang yang menerima Tajalli dari Dzat Tuhan (ya’ni : Nabi Muhammad SAW), para keluarga, dan Sahabat, dan orang-orang yang menolongnya, selama telinga-telinga masih di gantungi mutiara sifat-sifat kenabian dan beberapa panggung yang agung di hiasai dengan hiasan-hiasan kenabian.
Solawat yang paling afdlol semoga tercurahkan pada Sayyidina Muhammad nabi pemungkas, keluarga, dan para sahabatnya.

Terjemahan Kitab Majmu'atul Al-Maulid Karya Syaikh Al-Barzanji Bagian ke tiga

وَلَمَّا بَلَغَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خَمْسًا وَثَلاَثِيْنَ سَنَةً بَنَتْ قُرَيْشُ نِ الْكَعْبَةَ لاِنْصِدَاعِهَا بِالسُّيُوْلِ اْلأَطْبَحِيَّةْ * وَتَنَازَعُوْا فِيْ رَفْعِ الْحَجَرِ اْلأَسْوَدِ فَكُلٌّ أَرَادَ رَفْعَهُ وَرَجَاهْ * وَعَظُمَ الْقِيْلُ وَالْقَالُ وَتَحَالَفُوْا عَلَى الْقِتَالِ وَقَوِيَتِ الْعُصْبِيَّةْ * ثُمَّ تَدَاعَوْا إِلَى اْلإِنْصَافِ وَفَوَّضُوْا اْلأَمْرَ إِلَى ذِيْ رَأْيٍ صَائِبٍ وَأَنَاهْ * فَحَكَمَ بِتَحْكِيْمِ أَوَّلِ دَاخِلٍ مِنْ بَابِ السَّدَنَةِ الشَّيْبِيَّةْ * فَكَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَوَّلَ دَاخِلٍ فَقَالُوْا: هٰذَا اْلأَمِيْنُ وَكُلُّنَا نَقْبَلُهُ وَنَرْضَاهْ * فَأَخْبَرُوْهُ بِأَنَّهُمْ رَضُوْهُ أَنْ يَكُوْنَ صَاحِبَ الْحُكْمِ فِيْ هٰذَا الْمُلِمِّ وَوَلِيَّهْ * فَوَضَعَ الْحَجَرَ فِيْ ثَوْبٍ ثُمَّ أَمَرَ أَنْ تَرْفَعَهُ الْقَبَائِلُ جَمِيْعًا إِلَى مُرْتَقَاهْ * فَرَفَعُوْهُ إِلَى مَقَرِّهِ مِنْ رُكْنٍ هَاتِيْكَ الْبَنِيَّةْ * وَوَضَعَهُ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِيَدِهِ الشَّرِيْفَةِ فِيْ مَوْضِعِهِ اْلأنَ وَبَنَاهْ *

Ketika Nabi SAW berada di usianya yang tigapuluh lima, orang-orang Quroisy merenovasi Ka’bah karena keadaannya yang pecah oleh sebab di terpa banjir Makkah. Saat itu mereka berebut mengembalikan Hajar Aswad ke tempatnya semula, setiap orang dari mereka berkeinginan melakukannya. Perang mulut pun teradi, dan akan mereka sudah mengadakan sumpah untuk berperang fisik dan terjadi fanatisme yang berlebihan. Namun mereka akhirnya sadar dan menyerahkan semua ini kepada orang yang memiliki pemikiran yang baik dan ketenangan. Lalu orang ini menyerahkan keputusan kepada orang yang pertama kali masuk lewat pitu Sadanah Assyaibiyyah. Dan ternyata Nabi SAW adalah orang yang masuk ke situ lewat pintu tersebut. Maka semuanya berguaman, “Nah, ini Al-amin (orang yang di percaya)!. Kita semua rela dan menerimanya.”  Lalu mereka menceritakan kerelaan semua pihak di dalam menyelesaikan masalah ini kepada Nabi SAW. Kemudian beliau meletakkan Hajar Aswad tersebut di atas sebuah kain dan memerintahkan kepada semua suku agar mengangkatnya ke tempatnya semula.  Ahirnya semuanya turut mengangkatnya di tempatnya yang berdekatan dengan tiang bangunan itu, dan Nabi SAW yang meletakkannya dengan tangan beliau yang mulia di tempatnya yang sekarang dan membangunnya kembali.

وَلَمَّا كَمُلَ لَهُ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَرْبَعُوْنَ سَنَةً عَلَى أَوْفَقِ اْلأَقْوَالِ لِذَوِي الْعَالِمِيَّةْ * بَعَثَهُ اللهُ تَعَالَى لِلْعَالَمِيْنَ بَشِيْرًا وَنَذِيْرًا فَعَمَّهُمْ بِرُحْمَاهْ * وَبُدِئَ إِلَى تَمَامِ سِتَّةِ أَشْهُرٍ بِالرُّؤْيَا الصَّادِقَةِ الْجَلِيَّةْ * فَكَانَ لاَ يَرَى رُؤْيَا إِلاَّ جَائَتْ مِثْلَ فَلَقِ  صُبْحٍ أَضَاءَ سَنَاهْ * وَإِنَّمَا ابْتُدِئَ بِالرُّؤْيَا تَمْرِيْنًا لِلْقُوَّةِ الْبَشَرِيَّةْ * لِئَلاَّ يَفْجَأَهُ الْمَلَكُ بِصَرِيْحِ النُّبُوَّةِ فَلاَ تَقْوَاهُ قُوَاهْ * وَحُبِّبَ إِلَيْهِ الْخَلاَءُ فَكَانَ يَتَعَبَّدُ بِحِرَاءَ اللَّيَالِيَ الْعَدَدِيَّةْ * إِلَى أَنْ أَتَاهُ فِيْهِ صَرِيْحُ الْحَقِّ وَوَافَاهْ * وَذٰلِكَ فِيْ يَوْمِ اْلإِثْنَيْنِ لِسَبْعَ عَشْرَةَ لَيْلَةً خَلَتْ مِنْ شَهْرِ اللَّيْلَةِ الْقَدْرِيَّةْ * وَثَمَّ أَقْوَالٌ لِسَبْعٍ أَوْ ِلأَرْبَعٍ وَعِشْرِيْنَ مِنْهُ أَوْ لِثَمَانٍ مِنْ شَهْرِ مَوْلِدِهِ الَّذِيْ بَدَا فِيْهِ بَدْرُ مُحَيَّاهْ * فَقَالَ لَهُ: اقْرَأْ، فَقَالَ: ‹‹ مَا أَنَا بِقَارِئٍ ››  فَغَطَّهُ غَطَّةً قَوِيَّةْ * ثُمَّ قَالَ لَهُ: اقْرَأْ، فَقَالَ: ‹‹ مَا أَنَا بِقَارِئٍ ››، فَغَطَّهُ ثَانِيَةً حَتَّى بَلَغَ مِنْهُ الْجَهْدَ وَغَطَّاهْ * ثُمَّ قَالَ لَهُ: اقْرَأْ، فَقَالَ: ‹‹ مَا أَنَا بِقَارِئٍ ››، فَغَطَّهُ ثَالِثَةً لِيَتَوَجَّهَ إِلَى مَا سَيُلْقَى إِلَيْهِ بِجَمْعِيَّةْ * وَيُقَابِلَهُ بِجِدٍّ وَاجْتِهَادٍ وَيَتَلَقَّاهْ * ثُمَّ فَتَرَ الْوَحْيُ ثَلاَثَ سِنِيْنَ أَوْ ثَلاَثِيْنَ شَهْرًا لِيَشْتَاقَ إِلَى انْتِشَاقِ هَاتِيْكَ النَّفَحَاتِ الشَّذِيَّةْ * ثُمَّ أُنْزِلَتْ عَلَيْهِ : {يَاأَيُّهَا الْمُدَّثِّرُ} فَجَاءَهُ جِبْرِيْلُ بِهَا وَنَادَاهْ * فَكَانَ لِنُبُوَّتِهِ فِيْ تَقَدُّمِ {اقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ} شَاهِدٌ عَلَى أَنَّ لَهَا السَّابِقِيَّةْ * وَالتَّقَدُّمُ عَلَى رِسَالَتِهِ بِالْبِشَارَةِ وَالنِّذَارَةِ لِمَنْ دَعَاهْ*

Setelah beliau menginjak usianya yang ke empat puluh, menurut qoul yang paling sohih, beliau di utus oleh Alloh SWT ke seluruh jagad sebagai orang yang bertugas memberi kabar gembira dan pemberi peringatan, sehingga semuanya mendapatkan hidangan rohmah. Pertama-tama beliau di beri mimpi-mimpi yang benar dan jelas. Setiap kali beliau bermimpi, maka selalu membawa sinar cerah sebagaimana saat fajar menyingsing. Risalah ini memang di mulai dengan mimpi adalah agar menjadi pelatihan terhadap kekuatan manusiawi, agar tidak di kejutkan dengan Malaikat yang tampak jelas dengan membawa kenabian hingga menjadi tidak kuat.  Setelah itu, beliau senang menyendiri dan beribadat di goa Hira selama beberapa malam hingga ahirnya beliau mendapatkan dan di datangi oleh kebenaran yang jelas. Peristiwa itu terjadi di hari Senin tanggal tujuh belas dari bulan yang di dalamnya terdapat Lailatul Qodar. Namun di balik qoul ini, ada yang mengatakan bahwa peristiwa ini terjadi pada tanggal “dua puluh empat” atau “dua puluh tujuh” atau “dua puluh delapan” dari bulan Robi’ Awwal.
Malaikat (Jibril) berkata pada Nabi SAW, ‘Iqro” (Bacalah!). Lalu beliau menjawab, ‘Aku tidak bisa membaca’. Lalu Malaikat memeluknya dengan kuat. Kemudian Malaikat berkata lagi, “Iqro’!. Maka Nabi-pun menjawab, “Aku tidak bisa membaca.”  Maka Malaikat memeluknya untuk kedua kalinya hingga beliau mendapat kepayahan.  Kemudian Malikat berkata lagi, “Iqro’!.” Dan Nabi SAW menjawab, “Aku tidak bisa menjawab.”  Ahirnya Malaikat memeluknya untuk yang ketiga supaya beliau berkonsentrasi dengan penuh kepada apa yang bakal di wahyukan padanya dan agar menerimanya dengan sungguh-sungguh.
Kemudian wahyu mengalami transisi selama tiga tahun atau tiga puluh bulan, supaya ada kerinduan untuk mencium bau segar yang sangat beraroma. Kemudian di turunkan wahyu “Yaa ayyuhal muddatssir” yang di bawa Jibril dan langsung di panggilkan pada Nabi SAW.  Di awalinya wahyu dengan Ayat “Iqro’” menjadi bukti bahwa Nubuwwah beliau mendahului Risalah-nya yang berisi kabar gembira dan peringatan kepada orang yang di da’wahi.

وَأَوَّلُ مَنْ أمَنَ بِهِ مِنَ الرِّجَالِ أَبُوْ بَكْرٍ صَاحِبُ الْغَارِ وَالصِّدِّيْقِيَّةْ * وَمِنَ الصِّبْيَانِ عَلِيُّ وَمِنَ النِّسَاءِ خَدِيْجَةُ الَّتِيْ ثَبَّتَ اللهُ بِهَا قَلْبَهُ وَوَقَاهْ * وَمِنَ الْمَوَالِيْ زَيْدُ بْنُ حَارِثَةَ وَمِنَ اْلأَرِقَّاءِ بِلاَلُ نِ الَّذِيْ عَذَّبَهُ فِي اللهِ أُمَيَّةْ * وَأَوْلاَهُ مَوْلاَهُ أَبُوْ بَكْرٍ مِنَ الْعِتْقِ مَا أَوْلاَهْ * ثُمَّ أَسْلَمَ عُثْمَانُ وَسَعْدٌ وَسَعِيْدٌ وَطَلْحَةُ وَابْنُ عَوْفٍ وَابْنُ عَمَّتِهِ صَفِيَّةْ * وَغَيْرُهُمْ مِمَّنْ أَنْهَلَهُ الصِّدِّيْقُ رَحِيْقَ التَّصْدِيْقِ وَسَقَاهْ * وَمَا زَالَتْ عِبَادَتُهُ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَأَصْحَابِهِ مَخْفِيَّةْ * حَتَّى أُنْزِلَتْ عَلَيْهِ ﴿فَاصْدَعْ بِمَا تُؤْمَرُ وَأَعْرِضْ عَنِ الْمُشْرِكِيْنَ﴾ فَجَهَرَ بِدُعَاءِ الْخَلْقِ إِلَى اللهْ * وَلَمْ يَبْعُدْ مِنْهُ قَوْمُهُ حَتَّى عَابَ أَلِهَتَهُمْ وَأَمَرَ بِرَفْضِ مَا سِوَى الْوَحْدَانِيَّةْ * فَتَجَرَّؤُوْا عَلَى مُبَارَزَتِهِ بِالْعَدَاوَةِ وَأَذَاهْ * وَاشْتَدَّ عَلَى الْمُسْلِمِيْنَ الْبَلاَءُ فَهَاجَرُوْا فِيْ سَنَةِ خَمْسٍ إِلَى النَّاحِيَةِ النَّجَاشِيَّةْ * وَحَدَبَ عَلَيْهِ عَمُّهُ أَبُوْ طَالِبٍ فَهَابَهُ كُلٌّ مِنَ الْقَوْمِ وَتَحَامَاهْ * وَفُرِضَ عَلَيْهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قِيَامُ بَعْضٍ مِنَ السَّاعَاتِ اللَّيْلِيَّةْ * ثُمَّ نُسِخَ بِقَوْلِهِ تَعَالَى فَاقْرَؤُوْا مَا تَيَسَّرَ مِنْهُ وَأَقِيْمُوا الصَّلاَةْ * وَفُرِضَ عَلَيْهِ رَكْعَتَانِ بِالْغَدَاةِ وَرَكْعَتَبْنِ بِالْعَشِيَّةْ * ثُمَّ نُسِخَ بِإِيْجَابِ الصَّلَوَاتِ الْخَمْسِ فِيْ لَيْلَةِ مَسْرَاهْ * وَمَاتَ أَبُوْ طَالِبٍ فِيْ نِصْفِ شَوَّالٍ مِنْ عَاشِرِ الْبِعْثَةِ وَعَظُمَتْ بِمَوْتِهِ الرَّزِيَّةْ * وَتَلَتْهُ خَدِيْجَةُ بَعْدَ ثَلَاثَةِ أَيَّامٍ وَشَدَّ الْبَلاَءُ عَلَى الْمُسْلِمِيْنَ عُرَاهْ * وَأَوْقَعَتْ قُرَيْشٌ بِهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كُلَّ أَذِيَّةْ * وَأَمَّ الطَّائِفَ يَدْعُوْ ثَقِيْفًا فَلَمْ يُحْسِنُوْا بِاْلإِجَابَةِ قِرَاهْ * وَأَغْرَوْا بِهِ السُّفَهَاءَ وَالْعَبِيْدَ فَسَبُّوْهُ بِأَلْسِنَةٍ بَذِيَّةْ * فَرَمَوْهُ بِالْحِجَارَةِ حَتَّى خُضِّبَتْ بِالدِّمَاءِ نَعْلاَهْ * ثُمَّ عَادَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِلَى مَكَّةَ حَزِيْنًا فَسَأَلَهُ مَلَكُ الْجِبَالِ فِي إِهْلاَكِ أَهْلِهَا ذَوِي الْعُصْبِيَّةْ * فَقَالَ: «إِنِّيْ أَرْجُوْ أَنْ يُخْرِجَ اللهُ مِنْ أَصْلاَبِهِمْ مَنْ يَتَوَّلاَّهْ«*

Orang yang pertama kali beriman pada Nabi SAW dari laki- laki dewasa adalah Abu Bakr yang terkenal dengan sebutan Siddiq dan goa. Dan yang dari kalangan anak-anak adalah Aly bin Abi Tholib, dan dari wanita adalah Khodijah, orang yang hatinya di kuatkan oleh Alloh SWT dan di jaganya.  Sedangkan dari kalangan mantan budak adalah Zaid bin Haritsah, dan dari budak adalah Bilal, orang yang pernah di siksa oleh majikannya yaitu Umayyah demi mempertahankan agama Alloh SWT dan kemudian di tebus oleh Abu Bakr lalu di merdekakan olehnya. Kemudian menyusul masuk Islam Utsman, Sa’d, Sa’id, Tholhah, Abdurrohman, saudara sepupunya yaitu Sofiyyah, dan lain-lain, yaitu orang-orang yang di beri minum keimanan oleh Abi Bakr (ya’ni  di da’wahi oeh beliau).
Saat itu beliau dan para sahabat terus menerus melakukan ibadah dengan cara sembunyi- sembunyi, sampai beliau di beri Ayat yang memerintahkan agar terbuka di dalam berda’wah ( Al-Hijr : 94 ), dan ahirnya beliau terbuka di dalam berda’wah. Tidak lama kemudian beliau mencela barang-barang yang mereka anggap tuhan dan mengajak meninggalkan segala bentuk kemusyrikan. Dan ini menyebabkan mereka berani melawan dan memusuhinya, sampai-sampai kaum Muslim mendapat derita yang amat sangat dari permusuhan mereka, dan ahirnya mereka berhijrah ke daerah yang di pimpin oleh raja Najasyi pada tahun ke lima dari kenabian. Sedangkan Nabi SAW di bela oleh pamannya, Abi Tholib, maka semuanya segan dan takut.
Di saat itu beliau di wajibkan melakukan solat sebentar di waktu malam, dan ini berjalan terus hingga di revisi dengan Ayat Al-Muzzammil : 20. Kemudian beliau di wajibkan melakukan solat dua roka’at di pagi hari dan dua roka’at di sore hari. Sampai ahirnya kewajiban ini di rubah dengan di wajibkannya solat lima waktu di beliau di panggil isro’. Kemudian di saat pertengahan bulan Syawwal pada tahun ke sepuluh dari kenabian, Abu Tholib meninggal. Kemudian Siti Khodijah ikut menyusul kepergian Abi Tholib selang tiga hari. Maka kematian kedua tokoh ini menyebabkan kaum Muslimin tambah menderita dan Nabi SAW mendapat perlakuan yang sangat buruk dari kaum Quroisy.
Kemudian pada suatu saat, Nabi SAW berangkat menuju Thoif dengan tujuan memberi da’wah kepada suku Tsaqif, namun mereka tidak mengindahkan ajakan beliau dan bahkan mereka menyuruh para budak dan anak-anak kecil agar mencacinya dan melemparkan batu padanya sampai sandal beliau terkena darah dari kakinya. Kemudian Nabi SAW kembali ke Makkah dengan di liputi kesusahan, lalu beliau di temui Malaikat yang mengurusi gunung dan menawarkan padanya untuk menghancurkan mereka yang memilki fanatisme jahiliyyah. Namun beliau menjawabnya, “Aku berharap Alloh akan mengeluarkan dari mereka anak-anak yang di kasihi oleh-Nya.”

ثم أسري بروحه و جسده يقظة من المسجد الحرام إلى المسجد الأقصى و رحابه القدسية * و عرج به إلى السموات فرأى أدم في الأولى و قد جلله الوقار و علاه* و رأى في الثانية عيسى ابن مريم البتول البرة التقية * و ابن خالته يحيى الذي أوتي الحكم في حال صباه * و رأى في الثالثة يوسف بصورته الجمالية * و في الرابعة إدريس الذي رفع الله مكانه و أعلاه * و في الخامسة هارون المحبب في الأمة الإسرائيلية * و في السادسة موسى الذي كلمه الله تعالى و ناجاه * و في السابعة إبراهيم الذي جاء ربه بسلامب القلب و حسن الطوية * و حفظه من نار نمرود و عافاه * ثم رفع إلى سدرة المنتهى إلى أن سمع صريف الأقلام بالأمور المقضية * إلى مقام المكافحة الذي قربه الله فيه و أدناه * و أماط له حجب الأنوار الجلالية * و أراه بعيني رأسه من حضرة الربوبية ما أراه * و بسط له بسط الإدلال في المجال الذاتية * و فرض عليه و على أمته خمسين صلاة ثم انهل سحاب الفضل فردت إلى خمس عملية * و لها أجر الخمسين كما شاءه في الأزل و قضاه * ثم عاد في ليلته فصدقه الصديق بمسراه * و كل ذي عقل و روية * و كذبته قريش و ارتد من أضله الشيطان و أغواه *

Kemudian Nabi SAW di panggil berisro’ dengan ruh dan jasad beliau dalam keadaan terjaga dari Almasjidil Harom ke Almasjidil Aqsho dan halamannya yang suci. Dan beliau juga di naikkan ke langit, dan di langit yang pertama beliau melihat Nabi Adam dalam keadaan yang sangat agung. Di lagit yang kedua beliau melihat Nabi ‘Isa bin Maryam, seorang perawan yang baik dan bertaqwa, dan di sana juga bertemu dengan saudara sepupu ‘Isa, yaitu Nabi Yahya, nabi yang di angkat menjadi nabi sejak saat masih kecil. Di langit ketiga, beliau melihat Nabi Yusuf dengan keadaannya yang sangat tampan. Di langit keempat beliau melihat Nabi Idris yang di derajat dan tempatnya di tinggikan oleh Alloh SWT. Beliau melihat Nabi Harun yang di sukai oleh Bani Isroil di langit yang kelima. Dan di langit yang keenam beliau melihat Nabi Musa yang pernah menerima firman Alloh SWT secara langsung. Di langit yang ke tujuh beliau melihat Nabi Ibrohim yang menghadap Tuhan-nya dengan hati yang semat dan baik dan pernah di bakar oleh raja Numrudz namun di selamatkan oleh Alloh dari rekayasa raja.
Kemudian beliau di angkat sampai ke Sidrotil Muntaha hingga beliau bisa mendengar suara Qolam yang menulis segala sesuatu yang bakal terjadi, dan bahkan sampai ke maqom Mukafahah, sebuah tempat yang dekat pada Alloh Ta’ala. Saat itu Alloh Ta’ala menghilangkan tabir- tabir Nur keagungan, sampai beliau di perlihatkan Dzat Alloh Ta’ala dengan dua mata kepala beliau. Di situ juga di bentangkan maqom Idlal dengan Tuhan. Dan di wajibkan atas beliau dan ummmatnya lima puluh kali solat sehari semalam. Namun tercurahlah awan anugrah sampai di kurangi hingga hanya di wajibkan lima kali yang memilki nilai atau pahala sama dengan lima puluh kali, sebagaimana ketentuan Azali-Nya.
Kemudian beliau kembali pada malam itu juga, dan dari sekembalinya ada yang mempercayai isro’ ini, seperti Abi Bakr R.A dan orang-orang yang memiliki pemikiran yang benar. Namun rata-rata orang- orang Quroisy tidak percaya padanya dan bahkan ada pula orang menjadi murtad karena tertipu dengan godaan setan.

Kalam Tuan syaikh Abdul Qodir Bagian Awal Tentang I'tirod

 قال سيدنا الشيخ محي الدين ابو محمد عبد القدير رضي الله عنه بكرة يوم الأحد بالرباط ثالث الشوال سنة خمس وأربعين وخمسمائة،  Sayidina syaikh ab...